sidak ptm dewan
PANTAU PTM : Komisi D DPRD Kota Depok saat meninjau 3 sekolah SD Negeri di Beji, Kecamatan Beji, Senin (12/10). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Tak mau kecolongan adanya sekolah yang melanggar protokol kesehatan (Prokes). Selasa (12/10), Komisi D DPRD Kota Depok memantau secara langsung keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tiga sekolah SDN Beji : SDN 4, 5 dan 7 di kawasan Jalan Jawa, Kecamatan Beji.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Suparyono mengatakan, secara menyeluruh PTM berjalan dengan baik, dari teknis sampai non teknis.

“Teknis itu kan bagaimana saat penerapan PTM, seperti sarana dan prasarana prokes. Kalau non teknis kan lebih pada capaian kurikulum karena adanya pembatasan jam dan jumlah siswa,” terangnya kepada Harian Radar Depok.

Pemantuan pada non teknis soal pencapaian kurikulum, Supryono menyebut dipastikan akan mencapai 70 persen lebih. Hal ini mengingat penerapan memangkas waktu dan jumlah murid. “Saya pastikan itu tadi, capaian kurikulum harus maksimal sesuai dengan ketentuan. Ternyata guru memastikan 70 persen bahkan lebih,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, agar hal yang sudah berjalan dengan baik untuk dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga tidak akan terjadi klaster di area sekolah. Sebab tingkat kesulitan berada dalam mempertahankan hal yang sudah baik.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Depok, Turiman menuturkan, perbincangan tidak hanya pada murid dan guru meski semua berjalan sesuai dengan konsep PTM. Namun, ada hasrat dari orang tua yang disampaikan ke wakil rakyat, agar bisa meninjau sekolah sang anak dalam menerapkan PTM.

Permintaan dari orang tua, kata Turiman patut direalisasikan, karena ini menjadi hal penting dalam memberikan izin sang anak melangsungkan PTM. Karena salah satu persyaratan penting harus ada surat izin dari orang tua murid.

“Ada keinginan dari para orang tua untuk sama kaya DPRD bisa meninjau langsung. Saya rasa ini permintaan yang baik, dan harus dijalankan,” terangnya.

Namun, Turiman menyarankan, keterwakilan orang tua murid cukup satu orang, mengingat masih pandemi Covid-19. Waktu dan tempat silahkan dipersiapkan pihak sekolah, nanti DPRD akan bantu mendorong keinginan orang tua murid. “Bisa diwakilkan satu orang dari masing-masing kelas. Ini sangat baik, jadi orang tua akan lebih nyaman dan aman,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Anggota Komisi D DPRD Depok, Rezky M Noor meminta kepada orang tua untuk selalu memberikan makanan dan minuman dari rumah. “Pesan saya cuma itu ya. Emak emak jangan males bawain anaknya bekel makanan, biar lebih terjamin. Nggak jajan sembarangan,” tegasnya.

Menurutnya, jika sang anak dalam posisi perut kenyang dan sehat, tentu akan mencegah penyakit apapun yang berada di lingkungan, bukan hanya Covid-19 semata.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, sudah melakukan koordinasi awal dengan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Kantor Cabang Disdik (KCD), dan Kementerian Agama (Kemenag) Depok.

Menurutnya, pemilihan sekolah yang akan mendapat kunjungan tes acak nantinya akan dipilih atau diusulkan oleh Dinkes Depok lalu disetujui oleh Disdik Depok. “Jumlah sekolah sedang proses, dari SMP sederajat hingga SMA sederajat,” tutur Umi.

Umi menjelaskan, sasaran tes acak tidak hanya para siswa, melainkan seluruh warga sekolah seperti guru dan tenaga karyawan serta pendukung di sekolah. Nantinya, sebanyak lebih dari 10.000 sampel akan diambil secara acak dari warga sekolah di Depok. “Untuk jumlah sampel yang diambil berjumlah 10.730 sampel se-Kota Depok,” kata Umi.

Diketahui, Kota Depok mulai menjalankan PTMT sejak 4 Oktober. Hingga kini, Disdik Depok mengklaim belum menemukan ada kasus Covid-19 selama kegiatan PTMT.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar