pekan koperasi
BUKA : Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono membuka secara resmi Pekan Koperasi Kota Depok Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) di Halaman Gedung Dekranasda Kota Depok, Senin (29/11).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pekan Koperasi Kota Depok 2021 menjadi ajang menunjukan eksistensi koperasi, sekaligus silaturahim antar penggiat koperasi dengan pemerintah dan stakeholders lainnya. Untuk bisa metransformasi diri baik dari sisi kelembagaan maupun usahanya sesuai dengan tuntutan zaman.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM (DKUM) Kota Depok, Zikri Dwi Darmawan menjelaskan, Pekan Koperasi ini sebetulnya direncanakan terlaksana pada Juli 2021. Tetapi, akibat sejumlah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pihaknya terpaksa menjadwalkan ulang.

“Ya hari ini kami menggelar Pekan Koperasi Kota Depok 2021. Yang dimeriahkan oleh bazar produk UMKM dari 10 anggota koperasi, kemudian bursa modal pihak perbankan dan non perbankan serta dialog perkoperasian,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (29/11).

Zikri merinci, DKUM sampai saat ini secara masif melakukan pembinaan terhadap ratusan koperasi di Kota Depok. Selain itu, pada kegiatan ini, mereka diajak untuk mengikuti seminar perkoperasian, dan dialog perkoperasian.

Pada dialog perkoperasian sendiri, diisi oleh Ketua DPRD Kota Depok, TM. Yusufsyah putra, dan Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono dengan tema “Transformasi Digital Menuju Koperasi Depok Yang Maju, Modern Dan Sejahtera” pada Senin (29/11). Selanjutnya, Selasa (30/11), sejumlah narasumber turut meramaikan seminar perkoperasian untuk menambah wawasan para pegiat koperasi.

“Seminar Perkoperasian untuk narasumbernya ada Ahmad Zabadi selaku Deputi Perkoperasian kementerian Koperasi dan UKM, ibu Yuanita Indriani, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerja sama Institut Manajeman Koperasi Indonesia (IKOPIN), dan Heira Hardiyanti, International Cooperative Alliance. Bertemakan “Transformasi Digital Koperasi Menuju Koperasi Maju Dan Modern”,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan, manajemen pengelolaan koperasi membutuhkan jajaran pengurus yang selalu bertindak profesional dan amanah. Guna menjadikan koperasi semakin maju dan dapat bersaing dengan lembaga lainnya.

Profesionalitas harus diterapkan kepada pengurus koperasi. Selain harus bisa mengukur kemampuannya. Juga harus membesarkan organisasi bukan besar karena organisasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kooperasi bukanlah milik perorangan namun seluruh anggota. Maka harus amanah, khususnya dalam transparansi keuangan, gunakan kemajuan IT dalam transparansi aset dan keuangan.

“Ini bagian dari pembangunan infrastruktur. Contoh lah kereta commuter line infrastruktur dibangun baik sehingga sangat tertib tidak ada penumpang yang naik secara sembarangan semua harus menggunakan tiket. Ini adalah contoh pembangunan infrastruktur yang semua dibuat transparan, saya ingin koperasi seperti ini berinovasi,” ucapnya.

Koperasi diharapkan dapat semakin maju dan berkah. Hal ini ditandai juga dengan berkembangnya koperasi jenis baru yang menghimpun sampah maupun minyak jelantah.

Sekarang banyak di tingkat RW membuat koperasi sampah dan jelantah, saya ingin teman-teman koperasi melihat itu. Jadi anggota yang menabung itu bukan uang saja tapi sampah. Dengan ini juga bisa bersinergi untuk mendukung Zero Waste pada tahun 2025,” tukasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro