tipiring
PEDAGANG DISIDANG : Suasana saat Pedagang Kaki Lima menjalani Sidang Tipiring di Kantor Pengadilan Negeri Depok.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 10 pedagang kaki lima harus menepok jidat karena harus membayar denda Rp100 sampai Rp150 ribu, karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) larangan berdagang di trotoar maupun bahu jalan.

Keputusan tersebut setelah para pedagang menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (25/11).

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny membenarkan, para pedagang tersebut ditindak tegas karena melanggar ketentuan dengan membuka usaha di trotoar, di atas saluran air, hingga beberapa ruas jalan di Kota Depok.

“Jadi kami menindak regas agar ada efek jera dari para pedagang ini. Hal ini dalam menegakan Perda, agar ketertiban bisa berjalan,” tegasnya.

Diketahui kesepuluh pedagang tersebut menjalani sidang tipiring karena melanggar Perda Nomor 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum karena membuka usaha atau berjualan di bahu jalan dan trotoar.

Dilanjutkan Lienda, semua pedagang dikenakan sanksi yang masih masuk diakal, mulai dari Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Sehingga masih dapat dijangkau untuk melakukan pembayaean denda yang dijatuhkan Majelis Hakim dalam persidangan.

Upaya ini katanya, sebagai tindakan tegas serta komitmen pihaknya dalam menegakan ketertiban Perda Kota Depok, karena ini menjadi tugas dari petugas Satpol PP.

“Semua tindakan bertahap. Kita jalani semua sesuai aturan yang berlaku,” tambah Lienda.

Setiap pedagang akan dikenakan denda sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan, sampai kepada dampaknya. Sehingga denda yang jatuhkan Majelis Hakim beragam. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro