vaksin anak
Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari, Kepala BPOM Penny Lukito

RADARDEPOK.COM – Ada kabar gembira. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA), bagi vaksin Sinovac dan vaksin Sinovac buatan Bio Farma. Disuntikkan kepada anak usia 6-11 Tahun. Dengan begitu, 158.633 anak di Kota Depok kedepannya sudah bisa divaksinasi.

Nukil dari data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Diketahui, ada 158.633 anak peserta didik yang duduk dibangku Sekolah Dasar. Data tersebut periode semester 2021-2022 ganjil.  Sementara, dari data tersebut diketahui ada 435 SD, dengan rincian SD Negeri 223 dan 212 SD swasta di Depok.

Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari menyebut, BPOM mengizinkan untuk anak usia 6-11 tahun dapat diberikan vaksin Covid-19, ini tentu merupakan kabar yang sangat ditunggu tunggu orang tua. Apalagi, sejak Oktober 2021 telah dilakukan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas. Tetapi kekhawatiran orang tua masih besar, mengingat anak-anak usia dibawah 12 tahun belum dapat divaksin Covid-19.

“Kekhawatiran orang tua  tentu saja lumrah mengingat kasus positif Covid-19 pada anak Indonesia umur 0-18 tahun menurut data covid19.go.id sebesar 12,6 persen. Yang berarti 1 dari 8 orang yang tertular Covid-19 adalah anak,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Senin (1/11).

Menurutnya, kasus positif Covid-19 anak umur 1 –5 tahun sebesar 2,9 persen, sedangkan usia sekolah/remaja umur 6 –18 tahun sebesar 9,7 persen. Angka kematian pada anak umur 1-5 tahun sebanyak 0,6 persen, umur 6 –18 tahun sebesar 0,6 persen.

Anak dapat tertular dan/atau menularkan Virus Korona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya walau tanpa gejala. Covid-19 adalah penyakit baru yang masih butuh banyak penelitian, vaksin anak untuk penyakit itu harus benar-benar dipastikan keamanannya dari segi usia penerimanya sebelum didistribusikan.

Yang jelas, kata Yeti, vaksin anak perlu memberantas suatu penyakit menular. Kemanjuran vaksin telah terbukti dalam memerangi berbagai penyakit, termasuk yang menjadi pandemi. Vaksin anak juga perlu, guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok dalam hal pencegahan Covid-19 di tingkat nasional ataupun global. “Ini yang ditunggu-tunggu orang tua, apalagi usia 6-11 tahun merupakan usia SD yang jumlahnya 158.633 siswa di Kota Depok,” bebernya.

Sementara, Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan, lembaganya telah menerbitkan izin vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Menurut uji klinis tahap I dan II pada 550 anak, vaksin Sinovac memiliki imunogenitas yang tinggi, yaitu 96 persen.

“Imunogenisitas menunjukkan persentase cukup tinggi, 96 persen, efikasinya mengikuti yang selama ini kita dapatkan dari uji klinis sebelumnya (65,1 persen). Dari aspek keamanan vaksin ini aman untuk anak usia 6-11 tahun,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers virtual di Youtube BPOM pada Senin, (1/11).

Imunogenisitas merupakan kemampuan vaksin dalam menstimulasi imun dari tubuh manusia.

Penny mengatakan, Sinovac adalah vaksin pertama yang terdaftar di BPOM dan sudah memiliki izin suntik. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada vaksin terdaftar di BPOM untuk anak usia 6-11 tahun. Sehingga semakin banyak anak mendapatkan vaksin Covid-19,” tambahnya.

Penny juga mengatakan vaksinasi Covid-19 anak perlu segera dilakukan. Mengingat pembelajaran tatap muka sudah berjalan. “vaksin ini dapat meningkatkan kepercayaan orang tua untuk mengirim anaknya ke sekolah,” tandas Penny.(rd)

Jurnalis/Editor : Fahmi Akbar