penipuan minyak goreng
KORBAN PENIPUAN : Para korban penipuan saat berkumpul untuk membahas nasib mereka yang ditipu dengan modus kerja sama usaha pelaku Siti Koadah alias Mama Fika alias Ibu Eko dan Syaifullah alias Ipul, di Kampung Pitara Kecamatan Pancoranmas Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Aksi tipu-tipu mencuat. Berdalil menjual minyak goreng dengan online shop (Olshop) dan kerjasama usaha sembako. Sepasang suami istri : Syaifullah alias Ipul dan Siti Koadah alias Mama Fika atau Ibu Eko, di Kampung Pitara, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok berhasil menipu 50 masyarakat hingga merugikan Rp2 miliar. Investasi sembako ini telah terjadi sejak 2019 dan hingga kini kedua terduga pelaku nipu telah melarikan diri.

Salah satu korban, AN mengaku, ditipu senilai Rp205 juta dengan modus kerja sama usaha sembako. Awalnya kerja sama berjalan baik sejak 2019, transaksi pertama sampai ketiga berjalan dengan lancar. Namun sayang, transaksi keempat korban harus rugi ratusan juta.

“Saya kerja sama usaha sama pelaku. Awalnya berjalan lancar tapi sekarang hilang kabar. Saya berikan beras 20 ton dengan harga Rp205 juta lebih, tapi sekarang hilang kabar,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (17/11).

Segala upaya telah dilakukan para korban, kata AN. Namun, tidak ada titik terang. Padahal dia telah membuat surat pernyataan pelunasan oleh kakak pelaku Karman Hermanto, yang mengaku bertanggungjawab atas kerugian AN.

Menurutnya, surat pernyataan lengkap dengan materai ternyata tidak dilunasi. Bahkan, Karman memberikan sepeda motor Yamaha X Max warna hitam dengan nomor polisi B 6769 ZOT sebagai bentuk cicilan pelunasan hutang yang dilakukan adiknya (pelaku), lengkap dengan kwitansi pertanggal 3 Mei 2021 dengan materai.

“Ada kwitansinya, nilai motornya Rp45 juta. Yang diberikan hanya unit motor tidak dengan BPKB, katanya BPKB akan diberikan. Saya baru tau ternyata motor tersebut belum lunas dan mencicil. Selain motor ini, tidak ada cicilan untuk pelunasan,” ungkapnya.

Alhasil, saat melakukan penagihan ke kediaman pelaku di Kampung Pitara. AN berjumpa dengan korban lainnya yang juga ditipu pelaku. Namun sayang, setiap kali lakukan penagihan para korban selalu terbentur dengan penjagaan yang sudah disiapkan, seperti Ormas dan orang bayaran.

“Jadi lebih galak dia kalau ditagih kerumahnya. Rumah pelaku itu satu rumah dengan kakaknya, Karman. Sekarang pelaku sudah tidak ada informasi, nomor teleponnya sudah tidak aktif sejak 27 September 2021,” kata AN ketika dikonfirmasi.

Para korban juga berusaha menanyakan keberadaan pelaku kepada Karman selaku kakaknya. Dan dijawab kalau pelaku berada di kawasan Bandung, Jawa Barat. Tapi korban tak percaya, keberadaan pelaku terendus berada di salah satu perumahan kawasan Sasak Panjang, Kabupaten Bogor. Diketahui, perumahan tersebut milik Karman tapi setelah disatroni ke lokasi ternyata nihil, pelaku tidak ada di lokasi.

“Kita cari tau keberadaan pelaku, kita dapat informasi di Sasak Panjang. Itu perumahannya bang Karman kakaknya pelaku. Kita tau itu juga dari korban yang mencari tau,” bebernya.

Dari data yang dikantongi Radar Depok, korban yang mengalami penipuan besar, seperti AN sebesar Rp205 juta, Olshop minyak goreng Rp1 miliar karena terdapat beberapa korban di dalam olshop tersebut. Lalu MI senilai Rp400 juta, warga Rawageni senilai Rp230 juta, pengusaha di Tanah Baru sekitar Rp100 juta.

“Itu masih belum semua ya. Masih banyak orang yang ditipu. Kami seluruh korban sudah total penipuannya senilai Rp2 miliar,” jelas AN.

Para korban menduga, hasil penipuan yang dilakukan pelaku digunakan untuk menyuplai modal usaha kakaknya yang bergerak di bidang properti. Sebab diketahui, kakak pelaku memiliki usaha properti, serta untuk biaya berobat kakaknya.

Seorang korban lainnya, berinisial IA membenarkan, dia juga menjadi korban penipuan melalui Pre Order (PO) minyak goreng senilai Rp4 juta dan sudah berjalan lima bulan belum ada kejelasan.

Modus penipuan ini terungkap karena PO minyak goreng. Dari keterangan yang di dapat ada puluhan korban yang tertipu lewat kerja sama minyak. “Iya saya ketipu karena PO minyak goreng. Kalau di daerah saya ada 7 orang yang ketipu. Saya tinggal di Jembatan Serong Cipayung,” ungkap IA.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban lainnya yang juga ditipu karena menyerahkan sembako, dengan rincian kopi kapal api 2.000 karton, mie instan 1.000 dus, dan minyak goreng 700 dus, yang tertipu dengan nilai Rp400 juta.

Dilokasi terpisah, Karman Hermanto saat dimintai keterang terkait penipuan yang dilakukan adiknya mengatakan, benar nama pelaku adalah adiknya. “Iya betul dia adik saya,” katanya kepada Radar Depok.

Karman memastikan, pihaknya tidak ada sangkut paut dengan aksi penipuan yang dilakukan sang adik. Tapi ia menjamin sebagai penanggungjawab. Bahkan, dia telah melakukan perjanjian dengan salah satu korban untuk melakukan pelunasan dengan cara dicicil. “Saya tanggungjawab hanya satu korban saja. Untuk korban yang lainnya bukan tanggungjawab saya,” tandas Karman.

Upaya para korban juga telah sampai ke pihak kepolisian. Sejumlah korban sudah melaporkan aksi penipuan. Namun, belum mendapat titik terang, sebab pada saat melaporkan ke Polsek Pancoranmas diminta tidak ramai-ramai melaporkan kejadian ini.

Radar Depok mencoba konfirmasi Kapolsek Pancoranmas Kompol Tri Harijadi.  Tapi, belum ada tanggapan maupun jawaban dari pihak kepolisian terkait penipuan dengan modus kerja sama usaha sembako maupun minyak goreng yang berhasil memakan korban puluhan orang hingga menelan kerugian senilai Rp2 miliar.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar