sumur resapan jakarta
Sumur resapan yang dibangun Pemprov DKI Jakarta.

RADARDEPOK.COM – Fakta menarik sumur resapan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di ribuan titik wilayah ibu kota menjadi sorotan publik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menargetkan, pihaknya akan membangun sumur resapan sebanyak 22.292 titik. Hingga saat ini, telah selesai dibangun sebanyak 6.233 titik.

Berikut, fakta menarik tentang sumur resapan yang sedang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta :

1. Sumur Resapan ala Anies Dikritik, Anak Buah Pakai Istilah Drainase Vertikal

Publik kembali dihebohkan dengan adanya beberapa galian yang berada di area lubang trotoar, salah satunya di dekat BKT. Lubang ini disebut-sebut sebagai sumur resapan yang merupakan program kerja dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan bahwa lubang di trotoar tersebut adalah drainase vertikal.

Menurut dia, fungsi drainse ini berbeda dengan sumur resapan. Drainase vertikal, menurut Dudi, bukan dibuat untuk meresapkan air ke dalam tanah, tapi hanya untuk menampung air bila curah hujan ekstrem.

2. Banyak Menuai Kritikan

Salah seorang pegiat media sosial, Ferdinan Hutahaean membuat sebuah video kritikan yang dilayangkan kepada Anies Baswedan soal sumur resapan yang dibangun di atas trotoar.

Ferdinand Hutahaean aktif mengkritik Gubernur Anies Baswedan dan dalam video tersebut ia mengatakan bahwa sumur resapan di atas trotoar merupakan proyek gila dan bodoh Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, sumur resapan juga menuai kritikan dari salah seorang Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan.

Ia mengatakan bahwa pembangunan sumur resapan tersebut dianggap tidak efektif guna menangani bencana banjir yang kerap melanda Ibu Kota.

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/operasi-zebra-keliling-depok/

Dia mengatakan bahwa tidak ada progres signifikan mengenai penanganan banjir di Jakarta selama Anies menjabat.

3. Tanggapan Wakil Gubernur Terkait Kritikan

Melalui akun instagramnya, Ahmad Riza Patria angkat bicara soal kritikan yang dilayangkan oleh mantan Politikus PDIP, Ferdinan Hutahaen. Wagun Riza menerangkan tentang proses air hujan masuk ke dalam sumur resapan yang berada di jalur trotoar.

Ia menulis bahwa air akan masuk lewat tali-talir air ke bak kontrol dan kemudian air akan disaring sebelum masuk ke dalam sumur resapan.

4. Anggaran Biaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menganggarkan senilai Rp400 miliar untuk 40 ribu sumur resapan yang dianggarkan dari APBD 2021. Sebelum itu, sumur resapan ini direncanakan akan dibangun sebanyak 300 ribu uni dengan pembangunan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 sampai 2022. Sumur resapan ini mempunyai target 60 titik setiap satu rukun tetangga (RT).

5. Proyek Sia-sia

Salah seorang anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian juga menilai bahwa proyek pembangunan sumur resapan merupakan proyek yang sia-sia. Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan solusi murahan yang terkesan melecehkan masyarakat.

6. Salah Tempat

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor menilai bahwa pembangunan sumur resapan di atas trotoar sepanjang Jalan Raden Said Soekanto yang berada di dekat Banjir Kanal Timur (BKT) salah tempat. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Kawasan BKT tidak harus dilengkapi dengan sumur resapan. Pasalnya, BKT bisa dijadikan sebagai salah satu tempat untuk menampung air hujan.

7. Hasil Riset Dinas Sumber Daya Alam DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjelaskan tentang posisi sumur resapan yang berada di atas trotoar seperti di jalanan yang berada di jalanan Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/mobil-pusling-jadi-alternatif-bisa-pinjam-lewat-wa/

Menurutnya, posisi sumur resapan tersebut tidak masalah dan telah di cek oleh Dinas Sumber Daya Alam. Hal ini karena keterbatasan tempat sehingga dicari tempat yang baik dimungkinkan karena di tempat tersebut memang dibutuhkan resapan air.

8. Diklaim Sudah Efektif

Wakil Gubernur, Ahmad Riza Patria juga menjelaskan bahwa sumur resapan yang dibangun di beberapa daerah di wilayah Ibu Kota sangat efektif untuk menangkal genangan air. Apalagi, ketika sudah memasuki musim hujan.

9. Sumur Resapan Tidak Bermanfaat

Salah seorang pengamat tata kota, Niwono Joga mengatakan bahwa program pembangunan sumur resapan yang berada di atas trotoar tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang anggaran daerah.

Lebih lanjut, Nirwono mengatakan bahwa sumur resapan tersebut hanya akan membantu mengurangi genangan air skala mikro, seperti halaman rumah, parkiran, sekolah, dan taman. Bukan untuk mengurangi banjir skala kota. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya