Wakil Ketua Tiga Satgas, Sri Utomo
Kepala Divisi Penanganan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo.

RADARDEPOK.COM – Kabar gembira menyelimuti Kota Depok. Tapi, ini bukan menjadi abai dengan Virus Korona (Covid-19). Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk penanganan Covid-19 kian lenggang. Per Minggu (14/11), Kota Depok mencapai 4,76 persen Insentive Care Unit (ICU) dan 3,39 persen isolasi Covid-19, mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2 Oktober, mencapai 12,07 persen ICU dan 10,18 persen isolasi Covid-19.

Kepala Divisi Penanganan Satgas Covid-19, Sri Utomo mengatakan, sampai saat ini dari 24 RS penanganan Covid-19, Tempat Tidur (TT) ICU Covid-19 yang terisi hanya pada RS Umum Hermina dan RS Universitas Indonesia dengan masing-masing 3 pasien dan 1 pasien. Sedangkan, TT Isolasi Covid-19 terisi di RSU Puri Cinere 10 pasien, RSU Hermina 1 pasien, RSUD Kota Depok 4 pasien, dan RSU Citra Arafiq 2 pasien.

“Alhamdulillah, ini menujukkan hasil yang baik. Kapasitas Tersedia dari TT ICU Covid-19 sebanyak 84 unit dan TT Isolasi 502 unit, yang terisi di ICU hanya total 4 unit, dan Isolasi 17 unit,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (14/11).

Sri menuturkan, BOR TT ICU Covid-19 secara akumulasi sangat menurun drastis sampai 4.76 persen, terdiri dari  13,64 persen dari RSU Hermina Depok, 11,11 persen di RSUI, dan 7 RS lainnya 0 persen atau nihil kasus. Sementara, 2 Oktober 2021, keterisian mencapai 12,07 persen ICU Covid-19.  “12 RS tak menyediakan bed pada ICU Covid-19,” terangnya.

BOR Isolasi Covid-19 secara akumulasi sangat menurun drastis sampai 3,39 persen, terdiri dari  21,28 persen dari RSU Puri Cinere, 8,33 persen di RSU Hermina, 28,57 persen pada RSUD Kota Depok, 5,88 persen di RS Ibu dan Anak Citra Arafiq dan 15 RS lainnya 0 persen atau nihil kasus. Sedangkan, pada 2 Oktober 2021, tingkat keterisian menyentuh angka 10,18 persen isolasi Covid-19. “2 RS tidak menyediakan bed Isolasi Covid-19,” ucapnya.

Jumlah kasus paparan Covid-19, Minggu (14/11) terkonfirmasi aktif sebanyak 235 kasus, mengalami penambahan sebanyak 6 kasus. Dan sembuh mencapai 103.185 orang.  Adapun yang meninggal sebanyak 2.160 jiwa. “Total kasus konfirmasi ada 105.580, ini meningkat 6 kasus,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Umum dan Operasional RSUI, Hermawan mengungkapkan kondisi bed sangat kosong, dari 200 TT yang disediakan, hanya terisi 1 pasien saja. “Hanya tinggal 1 pasien saja yang masih di rawat,” singkatnya.

Terpisah, Manajer Kemitraan RSUI, Suki Hermanto mengungkapkan karena terus terjadi penurunan kasus. Sejumlah ruang isolasi secara perlahan dikembalikan untuk perawatan pasien non Covid. “Kalau sebelumnya kami membuka hampir lebih dari 100 bed baik ICU maupun Isolasi sampai 120 TT. Sekarang kami hanya menyiapkan 1 lantai saja. Pernah beberapa hari lalu 0 pasien Covid-19,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar