uji emisi gas karbon
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Berdasarkan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan raksasa energi Amerika Serikat (AS) Exxon Mobil Corp, untuk mengurangi gas karbon di Indonesia dilakukan dengan┬ácara carbon capture storage (CCS).

Setelah ada kesepakatan tersebut, PT Pertamina (Persero) membeberkan kalau Indonesia membutuhkan investasi US$ 500 juta setara Rp 7,1 triliun (kurs Rp 14.200).

“Perkiraan sementara kami untuk kebutuhan investasi adalah sekitar US$ 500 juta, tidak termasuk biaya operasi yang akan dikeluarkan selama operasi CCS,” Senior Vice President Corporate Strategic Growth Pertamina, Daniel Purba.

Daniel, juga mengatakan fasilitas CCS kemungkinan akan diimplementasikan di dua lapangan migas Indonesia, yaitu lapangan Gundih di Cepu dan lapangan Sukowati di Bojonegoro, masing-masing di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kemudian, dengan kesepakatan itu Pertamina dan Exxonmobil perlu membangun pipa gas sepanjang 4 km (2,49 mil) dari Gundih ke reservoir tempat akan menyuntikkan karbon, dan pipa gas 30 km dari Sukowati.

Menggunakan cara CCS untuk mengurangi karbon ini menimbulkan pro dan kontra. Pihak yang pro menyebut CCS penting untuk membantu memenuhi emisi nol bersih dan kunci untuk membuka produksi hidrogen ekonomi skala besar. Namun, para kritikus mengatakan CCS akan memperpanjang umur bahan bakar fosil yang kotor. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya