Giat BEM UI OK
SERAHKAN BANTUAN: Kegiatan mahasiswa Universitas Indonesia ketika menyerahkan mesin pencacah plastik di Bank Sampah Induk Rumah Harum, di Jalan Merdeka Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (20/11) pukul 10.00 WIB. FOTO: ISTIMEWA 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerahkan seperangkat mesin pencacah plastik kepada Bank Sampah Induk Rumah Harum, di Jalan Merdeka Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (20/11) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian Program Kepedulian kepada Masyarakat BEM UI yang dinamakan, “The 10th Youth Environmental Action BEM UI”.

Program pada tahun 2021 ini mengusung tema “Unlocking Ideas, Make It Circular,” karena bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya peran nyata dalam pengelolaan masalah lingkungan hidup, khususnya sampah plastik yang telah menjadi masalah krusial di masyarakat perkotaan.

Pendanaan program ini sepenuhnya didukung oleh Direktorat Kemahasiswaan-UI dalam rangka mewujudkan misi Tri Dharma Pendidikan Tinggi sekaligus sebagai partisipasi UI dalam mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kolaborasi komunitas akademik dan masyarakat lokal.

Sebelumnya, pada tanggal 7 dan 14 November, Tim Program tersebut juga telah memberikan edukasi kepada masyarakat serta menyerahkan seperangkat fasilitas tempat sampah, untuk mendukung program pemilahan sampah – 3R (Reduce, Reuse and Recyle) di lingkungan RT006/RW007 Mekarjaya.

Ketua Tim Pelaksana Program, Kara Carolluna, mahasiswi Prodi Lingkungan, Fakultas Teknik UI Angkatan 2019 berharap, melalui transfer knowledge mahasiswa UI yang disampaikan melalui penyuluhan kepada ibu-ibu PKK RW06 Mekarjaya, dapat menggiatkan partisipasi masyarakat yang lebih aktif untuk melakukan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R di tingkat rumah tangga, serta selalu menjaga kebersihan lingkungan.

“Selain itu, dengan adanya mesin pencacah sampah plastik diharapkan dapat memfasilitasi, serta membantu proses daur ulang sampah sampah plastik di Bank Sampah Induk Rumah Harum dapat berlangsung lebih optimal,” ungkapnya.

BSI Rumah Harum kini merupakan salah satu dari pusat pemilahan sampah di Kota Depok yang masih bertahan. BSI Harum yang telah beridiri sejak tahun 2013, kini mempekerjakan 12 orang pemuda, dan mengelola aneka sampah dari ratusan unit sampah di tingkat RW dan sedekah sampah pribadi warga.

Dosen Pendamping dari program ini yang berasal dari Departemen HI FISIP UI, Nurul Isnaeni menyatakan bahwa program ini sangat berguna untuk mengembangkan karakter kepemimpinan mahasiswa serta melatih kemampuan kerja sama yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menghadapi masalah-masalah nyata di tengah masyarakat.

“Masalah lingkungan hidup, khususnya masalah sampah, yang menjadi fokus dari Program BEM UI ini sesungguhnya terkait erat dengan isu perubahan iklim global yang menjadi perhatian para pemimpin dan masyarakat dunia, karena sampah adalah salah satu sumber gas rumah kaca yang signifikan selain polusi kendaraan dan industry,” tutur Nurul.

Sayangnya, kota-kota di Indonesia pada umumnya, masih sangat rendah kapasitasnya dalam menangani masalah ini, apalagi dalam konteks pengembangan energi baru dan terbaharukan (renewable energi).

Oleh karenanya, program ini diharapkan dapat mendorong semua pemangku kepentingan di Kota Depok untuk berkolaborasi lebih solid dalam mewujudkan pengelolaan sampah dengan prinsip-prinsip berkelanjutan, yang tidak merusak lingkungan dan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

“Apalagi, Depok sudah menjadi kota yang pertumbuhannya dinamis secara sosial dan ekonomis, karena menjadi lokasi dari banyak universitas besar, pusat perbelanjaan, rumah sakit dan apartemen-apartemen mewah,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW06, Zakaria, yang menyampaikan apresiasinya kepada Program BEM UI ini karena kebermanfaatannya yang sangat jelas dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Menurutnya, banyak RW lain di sekitarnya yang berharap wilayah mereka dapat menjadi lokasi dari program serupa. Ke depan diharapkan ada keberlanjutan dan inovasi-inovasi  baru sehingga dapat lebih membangun kemandirian warga dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (gun/**)