ancaman longsor pasput
BERBAHAYA : Kondisi rumah Sadeli, di RT03/02, Kelurahan Pasput yang sudah dekat dengan bibir tebing. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PASIR PUTIH – Aparatur Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, meninjau lokasi tanah longsor di RT3/2, Kelurahan Pasir Putih (Pasput), Kecamatan Sawangan, pada Senin (08/11).

Lurah Pasput, Cucu Suardi mengatakan, tanah longsor tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi dan arus air Kali Pesanggrahan yang meluap dan mengikis dinding tebing di lokasi tersebut pada Minggu (07/11).

“Jadi longsoran saat ini sudah makin mengkhawatirkan, karena sudah mendekati rumah penduduk,” katanya saat meninjau lokasi longsor, Senin (08/11).

Dia mengungkapkan, longsoran ini bukan pertama jali terjadi di lokasi tersebut. Selain karena hujan, tumpahan sampah TPA Cipayung juga menjadi penyebab longsor utama di lokasi tersebut, lantaran sampah TPA tumpah ke kali dan mengakibatkan arus air jadi berbelok ke tebing dekat rumah penduduk di RT3/2 kelurahan setempat.

“Longsor ini sudah sering terjadi, bukan hanya karena hujan tapi juga karena penyempitan kali akibat tumapahan sampah TPA Cipayung,” tururnya.

Dia menjelaskan, longsor yang terjadi kemarin sudah sangat membahayakan keselamatan warga yang tinggal di lokasi tersebut, lantaran rumah mereka hanya berjarak tiga sampai satu meter setengah dari bibir tebing. Padahal, lanjut Cucu, sebelum adanya longsoran, jarak rumah penduduk dari bibir tebing berjarak 50 meter.

“Sekarang ada tiga rumah yang sudah mepet dengan bibir tebing, salah satu yang paling parah rumah milik Sadeli, karena jarak dari dapur rumah ke bibir tebing hanya tinggal satu setengah meter,” tururnya.

Di tempat yang sama, Kasipem Kelurahan Papsut, Komarudin mengungkapkan, saat ini warga di lokasi tersebut masih bertahan di rumah, lantaran belum ada tempat evakuasi. Akan tetapi, untuk memperkecil resiko longsor, pihaknya sudah mengungsikan sejumlah barang di rumah Sadeli untuk mengurangi beban rumah.

“Barang – barang di rumah Sadeli kita pindahkan ke tempat yang aman, agar beban tanah yang menopang rumah tidak terlalu berat, sambil menunggu bantuan yang lebih besar,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah melaporkan masalah longsor tersebut ke Walikota Depok, untuk segera ditindaklanjuti BBWSCC yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki Kali Pesanggrahan.

“Sudah dilaporkan kejadiannya ke Walikota Depok dan BBWSCC agar segera ada penanganan serius untuk warga di lokasi longsoran,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Kota Depok juga sudah mengajukan pembebasan lahan di lokasi longsoran seluas 5.000 meter persegi untuk mengantisipasi adanya bencana yang lebih besar.

“Saat ini Pemerintah Kota Depok sudah mengusulkan anggaran untuk biaya kontrak rumah bagi warga yang terdampak longsoran. Kurang lebih ada 10 rumah yang kondisinya sudah tidak aman,” tutupnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya