mal mainan anak rame
TELAH DUBUKA: Situasi Tempat Bermain anak di Detos sudah dibuka sejak ditetapkan PPKM Level 2. IST

RADARDEPOK.COM  – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Depok menumbuhkan perekonomian. Mal dan hotel mendapat kelonggaran. Apalagi, saat ini karaoke sudah boleh dibuka. Kamis (4/11), mal dan hotel kenaikan pendapatannya mencapai 10 sampai 20 persen.

Mal Director Depok Town Square (Detos), Sutikno Pariyoto mengungkapkan, di PPKM Level Dua ini karaoke sudah mulai dibuka dengan kapasitas 25 persen dan bioskop 70 persen. Namun, untuk peningkatan pengunjung dan pendapatan pihak Detos belum mengetahui, karena PPKM baru berjalan selama dua minggu.

“Kalau peningkatan pengunjung berapa persen kita belum tahu, karena PPKM Level 2 juga baru dua minggu,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (4/11)

Tempat bermain anak memiliki kapasitas sekitar 50 persen sejak ditetapkannya Level 2. Dengan syarat harus memakai aplikasi peduliLindungi untuk anak usia 12 tahun keatas, dan teruntuk anak di bawah 12 tahun wajib di dampingi oleh orang tua.

“Anak di bawah 12 tahun saya rasa  cukup di dampingi orang tua saja dan wajib memberitahukan nomor telepon yang bisa dihubungi,” jelasnya.

Sementara, Marcomm dan General Manager (GM) Secretary Hotel Santika, Riri S Setiowati mengatakan, selama PPKM Level 2 yang di tetapkan pemerintah Kota Depok, pendapatan di Hotel Santika mengalami kenaikan sekitar 10 sampai 20 persen. Kenaikan bisa lebih melonjak tinggi jika peraturan penyediaan makanan untuk Meeting dan Social Event dilakukan dengan sistem Prasmanan/Buffet. Karena mayoritas penyelenggara menginginkan system Prasmanan/Buffet, sehingga banyak client yang lebih memilih area sekitar Depok yang tetap menggunakan system tersebut.

Riri menjelaskan,  kapasitas kolam renang menerapkan system reservasi yang mana memiliki kapasitas hanya 4 orang setiap jamnya. Lalu, kapasitas restauran juga tetap dengan 50 persen. Dalam satu meja dengan 2 kursi untuk square table (Normal untuk 4 kursi). Begitu juga dengan meeting room yang mengikuti sesuai peraturan pemerintah, dengan membatasi jumlah peserta meeting sebanyak 50 persen.

“Penerapan Protokol Kesehatan pun tidak lupa kami jalankan dengan ketat, karena kami mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Dan berharap industri Pariwisata dan Perhotelan cepat pulih seperti sediakala,” jelasnya.

Sementara, Public Relations Manager The Margo Hotel, Kartika Sekartaji mengaku, pelonggaran yang diberikan Pemerintah Kota Depok membawa dampak yang positif untuk bisnis mereka. Tidak jauh berbeda pada saat PPKM level 3, pihaknya juga mendapat kenaikan 10 sampai 15 persen di PPKM Level 2 ini.

“Kalau di Level 2 ini belum terlalu ada kenaikan yang signifikan, kira-kira hanya naik 10 sampai 15 persen,” ucapnya.

Tika menyebut, ada beberapa fasilitas salah satunya wedding yang belum dapat menyediakan prasmanan, karena omset tertinggi yang di dapat dari hotel yakni wedding. “Sebenarnya market kita banyak di wedding, tetapi wedding belum bisa prasmanan atau buffe jadi harus pakai take away hampers,” bebernya.

Tika berharap, hotel dapat dibuka kembali seperti semula terutama pada bagian convention seperti wedding atau ballroom yang banyak digunakan oleh masyarakat. “Meski harus dibatasi dan kami akan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Depok, Fajar Prawinto Bagiakusuma menambahkan, pada PPKM Level 2 ini lebih leluasa tetapi masih harus mengikuti prokes yang ketat. “Kami mengalami kenaikan pengunjung, tapi belum terlalu signifikan seperti daerah wisata-wisata di luar Jakarta yang occupancy diatas 80 persen,” ucapnya.

Fajar menyebut, wedding diperbolehkan di buka sebesar 50 persen dari kapasitas ruangan. Namun, belum diperbolehkan ada prasmanan dan makan di tempat. “Semua harus berupa hampers yang di bawa pulang,” tandasnya. (van/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar