semut ciuman

RADARDEPOK.COM – Semut kalau bertemu sesamanya, kerap saling ‘menabrakan diri’ atau biasanya orang menganggapnya mereka sedang ‘bersalaman’.

Menurut penelitian baru yang dipublikasikan di eLife, semut sebenarnya bukan bersalaman, melainkan saling memberikan ciuman untuk memastikan koloni mereka tetap bekerja seperti ‘mesin’ sosial yang diminyaki dengan baik.

Dengan bertukar ludah, spesies semut khususnya (Camponotus floridanus) atau semut kayu telah menciptakan metabolisme di seluruh koloni yang memastikan setiap individu memiliki apa yang mereka butuhkan untuk menjalankan peran mereka di masyarakat, baik sebagai pemburu, perawat, atau ratu.

“Semut individu memiliki dua perut – satu untuk mencerna makanan mereka sendiri dan satu lagi yang datang lebih dulu, ‘perut sosial’ untuk menyimpan cairan yang mereka bagi dengan semut lain di koloni mereka,” jelas ahli biologi evolusi Adria LeBoeuf dari University of Fribourg, Swiss.

“Pertukaran cairan ini memungkinkan semut untuk berbagi makanan dan protein penting lainnya yang dihasilkan oleh semut itu sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/korban-investasi-minyak-goreng-bertambah-total-capai-500-orang/

Para peneliti pun menemukan bukti bahwa cairan sosial ini dapat dikaitkan dengan peran individu dalam koloni. Ketika penulis menganalisis semua protein yang ditemukan di perut sosial semut kayu, mereka menemukan air liur dipenuhi dengan biomarker yang berbeda dan tergantung pada kondisi koloni.

Di 70 koloni dan 40 sampel cairan individu, peneliti menemukan 519 protein, 27 di antaranya ditemukan dalam air liur.

Koloni yang lebih muda, misalnya, mengeluarkan air liur lebih sering dan diisi dengan protein yang terlibat dalam pemrosesan gula secara cepat. Sementara koloni yang lebih tua mengedarkan protein yang diperlukan untuk pertumbuhan dan metamorfosis anak-anak mereka sekaligus guna mendapatkan hidup lebih lama.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui bagaimana setiap protein yang dibagikan pada akhirnya berdampak pada koloni dan semut individu. Namun temuan dari makalah ini menunjukkan bahwa ‘bersalaman’ alias ciuman di koloni semut adalah model yang berguna untuk memahami bagaimana hewan mungkin telah mengembangkan pembagian kerja. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya