virus yang mendunia

RADARDEPOK.COM – Ada banyak jenis virus yang menyerang kehidupan manusia sebelum hadirnya pandemi virus Korona (Covid-19). 

Ketika virus-virus itu muncul, manusia menciptakan vaksin dan obat antivirus untuk mencegah penularan secara luas serta menyembuhkan orang yang terinfeksi.

Dikutip dari Live Science, Rabu (03/11), di bawah ini adalah daftar virus yang dianggap mematikan karena telah merenggut banyak nyawa.

  1. Ebola

Pertama ditemukan pada 1967 di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Selanjutnya, muncul di Afrika Barat sejak 2014. Ebola menyebar melalui kontak cairan tubuh orang yang terinfeksi. Menurut WHO, Ebola menjadi wabah paling kompleks hingga saat ini.

Pada Desember 2020, vaksin Ervebo disetujui oleh lembaga administrasi makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat. Vaksin Ervebo dapat menekan infeksi dari virus Ebola Zaire dan mulai tersedia secara global pada Januari 2021.

  1. Marburg

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Marburg pertama kali ditemukan pada 1967 di antara pekerja laboratirum di Jerman. Virus itu berasal dari monyet Uganda yang terinfeksi.

Gejalanya mirip dengan Ebola seperti demam tinggi, pendarahan di seluruh tubuh, gagal organ, hingga kematian. Tingkat kematian virus Marburg pada 1967 sebesar 24 persen, 1998 sampai 2000 di Republik Demokratik Kongo sebesar 83 persen, dan 100 persen pada 2017 di Uganda. Wabah ini muncul kembali pada Agustus 2021 di Afrika Barat.

  1. Rabies

Virus Rabies telah menjadi masalah serius di India dan sebagian negara Afrika. Virus ini tertular dari gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Rabies menyebabkan kerusakan otak dan saraf.

Menurut National Health Service (NHS), Rabies dapat menyebabkan kematian jika tidak mendapat perawatan. Pada 1920, ilmuwan memperkenalkan vaksin Rabies untuk hewan peliharaan.

  1. HIV

Dokter penyakit menular dan juru bicara Infectious Disease Society of America dr Amesh Adalja, mengatakan HIV masih menjadi virus yang mematikan. HIV pertama kali muncul pada 1980-an dan sekitar 32 juta orang telah meninggal sejak saat itu.

“Penyakit menular yang paling banyak memakan korban manusia saat ini adalah HIV,” kata Adalja.

Obat antivirus telah membantu pengidap HIV dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun. Namun, penyakit ini masih tetap mematikan.

Menurut WHO, 1 dari 25 orang dewasa di Afrika dinyatakan positif HIV. Pada 2020, jumlah orang yang meninggal di dunia akibat HIV sebanyak 680 ribu orang.

  1. Hantavirus

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Hantavirus atau Hantavirus Pulmonary Syndrom (HPS) muncul pada 1993. Seorang pria muda Navajo dan tunangannya yang tinggal di Four Corners AS meninggal karena sesak nafas.

Beberapa bulan kemudian, otoritas kesehatan mengidentifikasi Hantavirus yang berasal dari rusa tikus yang tinggal di salah satu rumah orang yang terinfeksi. Lebih dari 600 orang di AS tertular HPS dan 36 persennya meninggal dunia.

Virus ini tidak menular dari satu orang ke orang lain. Namun, orang tertular HPS dari paparan kotoran rusa tikus yang terinfeksi.

  1. Cacar

Manusia berjuang melawan cacar selama ribuan tahun. Cacar dapat menyebabkan kematian sekitar 1 dari 3 orang yang terinfeksi. Penyintas cacar yang telah sembuh akan memiliki bekas luka pada tubuhnya secara permanen, bahkan bisa mengalami kebutaan. Pada 1980, Majelis Kesehatan Dunia (WHA) menyatakan dunia telah bebas dari cacar.

Penyakit ini disebut memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan populasi di luar Eropa. Sejarawan memperkirakan 90 persen penduduk asli Amerika meninggal karena cacar. Pada abad ke-20, sebanyak 300 juta orang meninggal karena cacar.

  1. Influenza

WHO mengatakan 650 ribu orang di dunia meninggal akibat flu selama musim flu biasa. Virus influenza dianggap paling mematikan karena terus muncul varian flu baru yang tingkat kematiannya semakin tinggi.

CDC melaporkan, flu Spanyol yang muncul pada 1918 telah menular sebanyak 40 persen populasi dunia dan merenggut sekitar 50 juta nyawa.

  1. Demam berdarah

Demam berdarah (DBD) atau virus dengue pertama kali muncul pada 1950-an di Filipina dan Thailand. Selanjutnya, menyebar ke seluruh wilayah tropis dan subtropis di dunia.

WHO melaporkan sebanyak 100 sampai 400 juta orang per tahun tertular DBD. Meski penyakit ini memiliki tingkat kematian lebih rendah daripada virus lain, namun penyakit ini mirip dengan Ebola sekiar 1 persen. Jika tidak diobati, tingkat kematian DBD sebesar 20 persen.

  1. Rotavirus

Rotavirus adalah infeksi yang menyebabkan radang saluran pencernaan. Penyakit ini memiliki gejala diare parah dan menular dengan cepat melalui kotoran. Rotavirus umumnya menyerang bayi dan anak kecil hingga menyebabkan kematian.

  1. SARS-COV

SARS-COV menyebabkan infeksi pernapasan akut yang pertama kali teridentifikasi di China pada 2003. Virus ini diduga berasal dari kelelawar yang kemudian menular ke manusia. Virus ini telah menyebar ke 26 negara di dunia.

Lebih dari 8 ribu orang terinfeksi SARS-COV dan lebih dari 770 orang meninggal. SARS-COV memiliki tingkat kematian 9,6 persen dengan gejala seperti demam tinggi, merasa dingin, nyeri, hingga pneumonia.

  1. MERS-COV

Virus ini menyebabkan infeksi pernapasan dan pertama kali muncul di Arab Saudi pada 2012. MERS-COV berasal dari unta yang terinfeksi. Gejalanya meliputi demam, batuk, sesak napas, hingga memicu pneumonia berat. Angka kematiannya mencapai 35 persen dan belum ada vaksin untuk menekan infeksi.

  1. SARS-COV-2

SARS-COV-2 atau Covid-19 pertama kali muncul pada Desember 2019 di Wuhan, China. Virus ini diduga berasal dari kelelawar dan menginfeksi manusia. Virus ini telah menjadi pandemi hingga melumpuhkan aktivitas dunia, seperti penutupan akses bandara internasional, fasilitas publik ditutup, hingga berdampak pada perekonomian.

Sejak kemunculannya, Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 4 juta kematian di seluruh dunia. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, indra perasa hilang, sesak nafas, hingga nyeri dada. Namun, saat ini telah ada sejumlah vaksin untuk menekan infeksi. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya