komplek marinir pancoranmas
BANJIR : Komplek Marinir Kelurahan Rangkapanjaya Baru Pancoranmas terdampak banjir akibat guyuran hujan berjam-jam di Kota Depok, Minggu (7/11). FOTO : GERARD/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Badai La Nina yang diingatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bukan isapan jempol. Minggu (7/11), sepanjang hari hujan tak henti menguyur Kota Depok. Hasilnya, disejumlah wilayah terendam banjir. Yang paling parah di Komplek Marinir Kelurahan Rangkapanjaya Baru Pancoranmas, Jalan Utan Jaya Kelurahan Pondok Jaya Cipayung dan Jalan Mawar RT3/4 Kelurahan Pasir Putih Sawangan.

Pantauan Harian Radar Depok, sempat ada warga yang terjebak banjir di Pasir Putih. Kemudian belasan warga berhasil dievakuasi tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Di malam harinya tim juga berjaga-jaga di perapatan Mapang Pancoramas dengan mempersiapkan paru karet.

“Biasanya terjadi karena hujan deras lebih dari satu jam dan kali yang masuk dari Kubah Mas sering mampet dan airnya berbalik kesini,” ujar warga Komplek Marinir RT1/6, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Yosef Gala Lamak kepada Harian Radar Depok, Minggu (7/11).

Menurut Yosef, banjir tersebut sering terjadi kala hujan deras melanda Kota Depok. Bahkan, ketinggian air bisa mencapai sekitar dua meter. “Sudah sering terjadi paling parah awal 2020 itu tuh setinggi leher sampai ada perahu karet yang datang untuk evakuasi,” sebutnya.

Namun, kata dia, rata-rata ketinggian banjir di wilayah tersebut hanya mencapai satu meter. “Kedalaman, rata-ratanya sepaha orang dewasa,” tutur Yosef.

Pria berdarah Flores itu menjelaskan, banjir kali berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, saat hujan mereda genangan air itu tak kunjung surut. Kali Krukut arah Cinere meluap. Sehingga, genangan air dari Komplek Marinir tidak mengalir semestinya.”Biasanya kalau hujan reda itu airnya langsung surut. Tapi, tadi ada info yang diterima bahwa Kali Krukut yang arah Cinere itu meluap jadi buangan dari sini ketahan disana,” terangnya.

Lebih dalam, dia menambahkan, pejabat setempat sudah pernah melakukan kunjungan dan kerja bakti untuk membersihkan saluran air di wilayah tersebut. Namun, belum membuahkan hasil. “Waktu itu Pak Camat, Pak Lurah sempat ninjau, dari Koramil, dari Polres juga sempat mengadakan Jumat Bersih untuk bereskan kali ini, tapi tindak lanjutnya mungkin belum ada dari pihak-pihak Pemda sendiri,” papar Yosef.

Selain Komplek Marinir, pintu masuk Perumahan Botanica juga kembali digenangi banjir, setelah sebelumnya, pada Sabtu (6/11) malam, kawasan tersebut juga sempat mengalami kebanjiran. “Kita menduga karena, drainase pembuangan air lebih tinggi daripada jalan. jadi, pas hujan turun airnya tumpah ke jalan,”  tutur Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Pancoranmas, Riki Syarifudin.

Akibatnya, sebut Riki, puluhan kendaraan roda dua dan empat mengalami mogok. Hal itu sekaligus membuat arus lalu lintas menjadi macet.

Di lokasi lainnya, Jalan Raya Arif Hakim dan Jalan Raya Sawangan simpang DTC terpantau digenangi banjir dengan ketinggian yang bervariatif. Mulai dari 10 cm hingga 50 cm. Pantauan Radar Depok, setidaknya ada empat lokasi yang menjadi pusat genangan air di Kecamatan Pancoranmas.

Sementara, enam unit rumah di RT6/4, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan direndam banjir, pada Minggu (7/11). Sebelum terendam banjir wilayah tersebut sempat diguyur hujan sejak pukul 12:30 – 18:00 WIB.

Babinsa Pasir Putih, Serda Edy mengatakan, dari enam rumah yang terdampak banjir, ada tiga rumah yang mengalami banjir cukup parah, setinggi satu setengah meter. Sehingga Tagana Kecamatan Sawangan, dan Dinas Pemasam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, terpaksa harus mengevaluasi tiga keluarga yang menghuni rumah tersebut.

“Tinggi banjir bervariasi, ada yang semata kaki dan sebetis, sedangkan yang parah itu hampir sedada orang dewasa,” kata Serda Edy.

Dia mengungkapkan, saat ini tiga keluarga tersebut sudah diungsikan ke rumah tetangga yang tidak terdampak banjir sambil menunggu air surut. “Sudah mengungsi ke rumah tetangga,” ucapnya.

Dia menjelaskan, wilayah tersebut memang sudah menjadi langganan banjir mengingat kontur tanah di sana cekung dan posisinya berada di dekat Kali Pesanggrahan. Di lain sisi, adanya jembatan yang menjadi penghubung antara lokasi tersebut dengan wilayah Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, diduga memberi sumbangsih atas banjir yang terjadi ini.

“Kalau lokasi rumah di sini memang langganan banjir, apalagi sekarang ada jembatan yang baru dibuat di Kali Pesanggrahan, tapi posisinya agak rendah, jadi arus air agak terhambat dan meluap ke permukiman tersebut,” bebernya.

Terpisah, Koordinator Tagana Kota Depok, Muhammad Romdoni mengatakan, akibat guyuran hujan, menyebabkan munculnya empat titik bencana di Kota Depok. Meliputi bencana banjir pertama, Jalan Mawar RT3/4 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dengan ketinggian air 180-200 cm, kedua yaitu Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas 60-80cm, ketiga Jalan Raya Mampang 20-40cm dan Perumahan Mampang Indah 2 setinggi 10-30cm, Kelurahan Mampang,Kecamatan Pancoranmas.

“Lalu bencana Longsor di RT3/2 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Untuk yang banjir di Komplek Marinir dan Mampang Indah 2 sudah surut banjirnya, sementara di Jalan Raya Mampang masih ditangani tim di sana,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (7/11).

Menurutnya, bencana banjir terparah berada di wilayah Kelurahan Pasir Putih dan sejak pukul 10:30 WIB, 3 personel Tagana telah standby untuk memantau naiknya debit air. Sekira 7 jam lebih karena semakin tingginya permukaan air, personel relawan bertambah menjadi enam orang.

“Pukul 18:00 WIB masuk perahu karet, total sembilan personel di lokasi karena harus melakukan penanganan dan evakuasi bersama tim DPKP dan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok,” tuturnya.

Hingga saat ini, pukul 23.20 WIB sebanyak 12 jiwa dari 3 Kartu Keluarga (KK) yang  terdampak banjir di Pasir Putih. Pihaknya juga telah mengevakuasi belasan orang tersebut untuk di bawa ke tempat yang lebih aman. “Lokasi ini langganan banjir, karena posisi pas turunan (ada kali) dari Pasir Putih menuju Bulak Cipayung,” tandasnya.

Perlu diketahui, BMKG merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk besok Senin (8/11/2021). Disebutkan BMKG, sejumlah kabupaten/kota berpotensi mengalami cuaca ekstrem, yakni hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. (cr1/daf/dra)

Data dan Fakta Banjir di Depok :

Titik Banjir :

  1. Jalan Mawar RT3/ 4 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan (180-200cm)
  2. Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas 60-80cm (sudah surut)
  3. Jalan Raya Mampang 20-40cm
  4. Perumahan Mampang Indah 2 setinggi 10-30cm, Kelurahan Mampang,Kecamatan Pancoranmas.

Longsor :

  1. RT3/2 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan

Terdampak:

12 jiwa dari 3 Kartu Keluarga (KK) yang terdampak banjir di Pasir Putih

Cuaca Ektrem di Jabar :

Kota Depok

Kabupaten dan Kota Bekasi

Karawang, Subang

Indramayu

Kabupaten dan Kota Bogor

Kabupaten dan Kota Sukabumi

Cianjur

Purwakarta

Bandung Barat

Kota Cimahi

Kabupaten dan Kota Bandung

Garut

Kabupaten dan Kota Tasikmalaya

Kabupaten dan Kota Cirebon

Majalengka

Sumedang

Kuningan

Ciamis

Kota Banjar

Pangandaran

Jurnalis : Gerard Soeharly, Daffa Syaifullah, Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar