walikota depok idris
Walikota Depok, Mohammad Idris

RADARDEPOK.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali kembali diperpanjang sedari 2-15 November mendatang. Dalam penetapan tersebut, Kota Depok masih masuk dalam Level 2. Kendati demikian, banyak pelonggaran yang diterbitkan yang tertuang dalam Keputusuan Walikota (Kepwal) Depok Nomor :  443/482/Kpts/Satgas/Huk/2021.

Dalam Kepwal yang keluar pada Selasa (2/11) tersebut, Walikota Depok, Mohammad Idris memperpanjang PPKM Level 2 mulai 2 – 15 November 2021. Idris mengatakan, ada kelonggaran baru yang ditambahkan pada pemberlakukan perpanjanggan PPKM Level 2 November, salah satunya pusat kebugaran (Gym) diperbolehkan beroperasi kembali. Dengan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi, serta dibatasi kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. “Gym sudah boleh kembali beroperasi, dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Idris, Selasa (2/11).

Dia mengungkapkan, untuk kegiatan pendidikan di Depok sudah dapat dilakukan baik secara tatap muka ataupun jarak jauh, dengan mengikuti Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. Peraturan Walikota Depok Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap  Muka Terbatas di Masa Pandemi  Corona Virus Disease 2019. Serta bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan  kapasitas maksimal 50 persen. Kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maskimal 62 persen sampai dengan 100 persen.

“Setiap kegiatan pertemuan tatap muka wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maskimal 5 meter antar peserta didik per kelas, dan PAUD tatap muka maksimal 33 persen,” bebernya.

Dia menjelaskan, dalam regulasi terbaru ini anak usia 12 tahun ke bawah juga sudah diperbolehkan masuk ke dalam pusat perbelanjaan, mal, pasar swalaya, hingga bioskop. Dengan ketentuan wajib didampingi dan diawasi ketat oleh orangtuanya.

“Tempat bermain anak-anak, dan  tempat hiburan dalam perbelanjaan/ mal/ pusat perdagangan dibuka dengan syarat, orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing,” terangnya.

Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara, Kelenteng) dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah  dengan paling banyak 75%  kapasitas atau 75 orang. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat, dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama. “Ibadah berjamaah sudah boleh, maksimal 75 persen dari kapasitas tempat ibadah,” lanjutnya.

Selain itu, fasilitas rekreasi seperti taman, fasilitas publik tempat wisata umum sudah diperbolehkan kembali beroperasi dengan kapasitas 25 persen.

“Akan diberlakukan kebijakan ganjil genap di akses menuju lokasi wisata setiap Jumat sampai Minggu mulai pukul 12:00–18:00 WIB, serta tempat wisata diwajibkan menyediakan aplikasi Peduli Lindungi,” ucapnya.

Kegiatan seni budaya, olahraga, kegiatan sosial dapat dilakukan dengan kapasitas 50 persen dan harus menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. Lalu rumah bernyanyi atau karaoke juga diizinkan buka dengan kapasitas pengunjung 25 persen, dan tidak menggunakan alat secara bergantian.

“Karaoke sudah boleh buka, yang penting semua peraturan dipatuhi dan menjaga ketat protokol kesehatan agar tidak terjadi lagi peningkatan kasus Covid-19,” pungakasnya. (dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar