depok city united
PERTANDINGAN SILATURAHMI : Suasana pertandingan derbi sekota Depok, antara Depok United melawan Depok City berjalan dengan seru dan menarik. Pertandingan yang berlangsung di lapangan Mahakam ini dimenangkan oleh Depok City FC. FOTO : DANA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Seruan suara penonton membahana di Stadion Mahakam, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok,  Kamis (4/11) sore. Sejak awal free kick, Depok United FC dan Depok City FC jual beli serangan. Tak jarang kedua pelatih pun teriak meminta pemainnya fokus saat menguasai bola. Jelang akhir pertandingan, Depok City berhasil menjebolkan gawang Depok City di menit 83.

45 menit awal, kedua tim terus melancarkan aksinya. Berkali-kali penyerang Depok United maupun Depok City merepotkan pertahanan. Jual beli serangan tak henti hingga akhir laga di babak pertama. Memasuki babak kedua, masing-masing tim mulai merubah strategi demi menjebol gawang lawan. Sampai di menit 80, skor masih 0-0. Dibangun dari kerjasama yang apik, Akbar Eka dengan sundulan terbangnya berhasil merobek gawang Depok United di menit 85. Di menit akhir Depok United terus menyerang tapi hingga priwit terakhir sekor tak berubah 0-1 untuk kenangan Depok City.

CEO Depok United, Pradi Supriatna mengaku, hasil pertandingan ini sangat luar biasa. Anak-anak sudah mengeluarkan energinya. Skil sudah baik, hanya saja manager melalui pelatih bisa mencoba merotasi pemain. Ramos juga mesti diasah lagi supaya lebih kompak. “Kami juga sedang ini mencari formatnya. Tentunya juga menguatkan fisiknya,” ujar Pradi kepada Harian Radar Depok, Kamis (4/11).

Manajer Depok United, Samsunan menjelaskan, tadi jelang 15 menit terakhir seluruh pemain dirotasi sekaligus mencari pemain yang sesuai.  Dalam pertandingan ini, pertama tim bukan mencari pemenang, tapi mencari pemain. Karena saat ini pun masih seleksi. Jadi bukan berarti harus menang juga. “Jadi yang saya liat itu ya semua pemain itu kita lihat. Karena kita ingin tahu anak-anak mentalnya ada. Semua pemain tadi kita mainkan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam menatap Liga 3 Jawa Barat ini semangat tim. Dengan harapan bisa masuk babak nasional dengan talenta-talenta muda yang saat itu masih berusia 23 tahun. ”Kami ingin mengulang kembali bisa ke babak nasional. Jadi pak manajer dan pelatih semua sedang mencari format dalam seleksi dan mencari  pemain yang terbaik selama bermain.” Tegasnya.

Sementara, Manajer Depok City, Rangga Diva Bahari mengaku, hasil pertandingan tadi, pemain sudah mantap. Tapi, karena ajangnya silaturahmi jadi bukan mencari siapa yang kuat siapa yang lemah. “Kalau melihat tim saya, ya saya puas,” katanya.

Depok City dan Depok United sama-sama berjuang di Liga 3 seri 1. Pasti saling support dan ini juga biar saling mengenal dengan pemainnya. Dia juga punya hubungan baik dengan manajernya Depok United, Pradi Supriatna. “Jangan salah sangka ya. Tapi untuk mengarah keluar dari olahraga sepak bola, engga ada sih. Pure untuk silaturahmi saja. Ini loh Depok United dengan Depok City,” jelasnya.

Evaluasi pertandingan tadi, mungkin hanya pemain masih kurang tenang. Ya mungkin karena lawan satu kota. Pasti gengsi, udah gitu panas juga. Tapi overall good-lah. Goodgame keduanya.

Terkait Liga 3 Jabar, persiapan sudah 60 persen tinggal satu tes lagi di Bandung. Yang Insya Allah November ini di Bandung. Hanya tinggal pematangan nanti ada di Bandung. Entah di pertengahan atau akhir bulan baru pengocokan pembagian grup Liga 3 Jabar. “Tes iklim yang kedua, kemarin kan sudah di Indramayu. Nah sekarang di Bandung. Kita antisipasi kalau nanti cuaca dan udara terus hujan kan mereka harus terbiasa,” ungkapnya.

CEO Depok City, Supari Syahri mengaku, apapun hasil pertandingan tadi kedua tim sangat menjunjung tinggi fair play. Kendati Depok City menang, bukan langsung jumawa. Tadi masih ada catatan pemain kurang tenang. “Ini ajang kami silaturahmi dengan Depoj United yang sama-sama berjuang di Liga 3 Jabar. Kami ingin sekali memajukan sepak bola Kota Depok yang selama ini redup,” tandasnya.(rd)

Editor : Fahmi Akbar