polusi depok
MARGONDA : Bingkai arus lalu lintas Kota Depok di Jalan Margonda Raya. Kota Depok dinyatakan Wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra sebagai salah satu Kota terpolusi tinggi di Indonesia, sudah melebih DKI Jakarta. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bereaksi atas pernyataan mengejutkan yang dilontarkan Wakil Menteri (Wamen) Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Surya Tjandra. Senin (1/11), orang kedua di ATR/BPN itu menyebut Kota Depok berhasil menyalip DKI Jakarta dalam soal polusi. Bahkan salah satu kota dengan polusi tertinggi di Indonesia.

“Depok punya masalah polusi tertinggi di Indonesia, bahkan lebih parah dari DKI,” tegas Surya Tjandra, kepada Harian Radar Depok ketika menyambangi Kantor BPN Depok, Senin (1/11).

Hal ini, kata dia, membuatnya meminta penjelasan Walikota Depok, Mohammad Idris. Sehingga ada pihaknya harus berdiskusi dengan orang nomor satu di Depok tersebut. Mungkin perlu pendekatan tata ruang. Karena kemacetan di pintu tol, pemanfaatan situ yang ada di Depok, tapi alasan pastinya belum tahu. “Makanya kita mau ke pak Wali dulu setelah ini,” ungkap Surya.

Tak hanya Pemerintah Depok, dia juga akan menyambangi Universitas Indonesia (UI) yang letaknya berada di Kota Depok, karena harus memberikan kontribusi. “UI kan kampus nomor 1 di Indonesia dan letaknya di Depok. Apa kontribusinya untuk masalah ini. Saya juga akan ke UI, berdiskusi soal ini. Kebetulan saya juga alumni UI,” tambahnya.

Menimpali hal tersebut, Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati menampik tegas polusi di Depok melampaui DKI Jakarta, sebab dari alat pengukur Quality Monitoring Sistem (AQMS) yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KLHK) Depok memiliki kualitas udara yang baik. Di Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga per 4 Oktober berada di nilai 36. Itu artinya, tingkat kualitas udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan.

“Kita sudah punya alat yang terintegrasi dengan KLHK. AQMS yang dipasang KLHK untuk ngecek kualitas udara di Depok,” tegasnya saat dikonfirmasi Harian Radar Depok.

Menurut Ety, setiap angka indikator, seperti 0-50 baik, 51-100 sedang, 101-199 tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat, 300-lebih berbahaya. Nah, Depok berada di 0-50 alias baik.

Ety menjelaskan, kementerian yang berhubungan dengan polusi udara yaitu KLHK, salah satunya pengukuran. Karena udara itu tidak ada batasnya, terus bergerak tidak mungkin dibatasi wilayah. “Jadi kalau Depok jelek sekitarnya pun sama begitu pula sebaliknya, karena bergerak ya udara itu lebih cepat terlebih musim angin seperti ini,” tandas Ety. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar