M. Faizin PKB
Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin menyatakan partainya menolak pajak penyelenggaraan pendidikan. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Demi kemajuan dan mewujudkan Jawa Barat Juara, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Faizin memberikan empat catatan penting dalam Rencana Anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat 2022 yang muaranya untuk mensejahterakan masyarakat Bumi Pasundan.

Pertama, eksisting fasilitas jalan di Jawa Barat masih di bawah 30 persen. Untuk itu, demi menjaga keselamatan berkendara dan memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, pembangunan jalan di Jawa Barat harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas jalan.

“Saat ini, eksisting fasilitas jalan di Jawa Barat masih belum imbang dengan jalan yang ada,” kata saat dihubungi Radar Depok.

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, di Jawa Barat sendiri, eksisting fasilitas jalan masih di bawah 30 persen dari kebutuhan ruas jalan yang ada di Bumi Pasundan.

“Padahal, fasilitas jalan sangat dibutuhkan untuk menunjang keselamatan, keamanan dan kenyamatan para pengguna jalan serta masyarakat. Namun, saat ini masih di bawah 30 persen,” ungkapnya.

Fasilitas jalan yang dimaksud, sambung Faizin yang juga Ketua DPC PKB Kota Depok ini melanjutkan, seperti Penerangan Jalan Umum, guardrail (pagar jalan), penunjuk jalan, trafficlight dan lain sebagainya.

“Fasilitas jalan seperti itu kan sangat urgent, tidak bisa dihilangkan begitu saja dari rencana anggaran,” sambung Faizin.

Untuk itu, wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini meminta agar pembangunan jalan di Jawa Barat harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas jalan.

“Kita dari DPRD Jawa Barat terus mendorong agar eksisting fasilitas jalan dapat sesuai dengan kebutuhan dan ideal. Kami tentu tidak ingin minimnya fasilitas jalan jadi penyebab kecelakaan atau menghambat pengguna jalan,” paparnya.

Kemudian, kata Faizin, kebutuhan masyarakat kaitan dengan energy listrik harus ada keberpihakan anggaran dalam menunjang masyarakat yang belum mendapatkan sambungan listrik. Saat ini, sekitar 300 ribu lebih keluarga di Jabar masih belum dapat menikmati pasokan listrik.

“Dalam asas keadilan ini sangat menyakitkan hati masyarakat Jabar. Di mana Jawa Barat berada paling dekat dengan ibukota negara,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Faizin, dalam mendukung diversifikasi energi baru terbarukan. Maka, butuh fokus untuk program energi murah rakyat, seperti biogas harus direalisasikan dengan keberpihakan anggaran yang saat ini bisa dikatakan masih nol.

Selanjutnya, Faizin mengatakan, dalam menindaklanjuti data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) stunting yang masih tinggi di Jawa Barat, perlu gerakan riil dan keberpihakan anggaran untuk membangun fasilitas kebersihan lingkungan dalam visi kesehatan untuk dibangun sarana air bersih, MCK bersama dan lainnya.

“Jelas, kebutuhan dan keberpihakan anggaran harus dilakukan untuk mewujudkan program tersebut,” tegas Faizin.

Yang keempat, Faizin menerangkan, dalam meningkatkan ekonomi dan pendapatan Jawa Barat perlu fokus pengembangan wisata beserta fasilitasnya. karena potensinya yang masih sangat besar.

“Bukan alun-alun yang statusnya adalah milik Kab/Kota dan tidak berdampak pada pengungkit ekonomi Jawa Barat,” terang Faizin.

Terlebih, pemulihan ekonomi dan infrastruktur utama merupakan skala prioritas paska dihantam gelombang kedua Covid-19. Sehingga, dia jelas-jelas menolak rencana pembangunan proyek alun-alun Pemprov Jabar tahun 2022.

Faizin menilai rencana Pemrov Jabar tersebut tidak relevan untuk dilakukan untuk saat ini. sebab, Jabar dan daerah lainnya di Indonesia tengah bergerak untuk melakukan pemulihan ekonomi paska Pandemi Covid-19.

Dia pun meminta agar saat ini Pemprov Jabar untuk fokus pada program-program pemulihan ekonomi Jabar dan infrastruktur utama.

“Seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi tuntas, pembangunan sekolah, embung menurutnya hal ini lebih diperlukan untuk meningkatkan skala pertanian Jabar,” pungkas Faizin. (adv)

 

Editor : Ricky Juliansyah