KHA
PAPARKAN : Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri membuka pelatihan Koncensi Hak Anak di Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis, Senin (8/11). ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Selama empat hari ke depan, Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok menyelenggarakan pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA). Momen tersebut diharapkan dapat menyatukan satu visi sehingga dapat meningkatkan perlindungan kepada anak-anak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri menjelaskan pada kesempatan kali ini, memang menjadi sebuah wadah berbagai elemen. Untuk menyatukan langkah dan komitmen yang mengacu kepada KHA di Kota Depok.

“Pada prinsipnya seluruh stakeholder, kami harapkan dapat menyatukan langkah memahami komitmen yang sudah dibuat oleh pemerintah terhadap hak anak,” katanya kepada Radar Depok, Senin (8/11).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Depok ini juga mengungkapkan, Kota Depok merupakan kota pertama di Indonesia yang melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kota Layak Anak (KLA) dan Ketahanan Keluarga. Untuk itu, ke depan setiap program dan kegiatan di setiap elemen mengacu pada Konvensi Hak Anak.

“Kami terus bergerak, berbuat, dan mengevaluasi apa-apa saja yang menjadi indikator KLA itu sendiri. Semoga, apa yang kita lakukan punya dampak positif kepada anak-anak,” bebernya.

Sementara itu, Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari menuturkan, adanya agenda ini untuk memberikan gambaran tentang isi dari Konvensi Hak Anak. Serta program kegiatan yang bisa mendukung pemenuhan hak anak.

“Tujuannya agar seluruh unsur dapat memahami isi dari Konvensi Hak Anak dan dapat mengimplementasikan ke dalam program maupun kegiatan yang berbasis pada pemenuhan hak anak,” ucapnya.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai stakeholder ikut meramaikan kegiatan itu, mulai dari Perangkat Daerah (PD) , Koordinator Gugus Tugas Kota Layak Anak, Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Kecamatan se-Kota Depok, Pengelola Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), Pengelola Rumah Ibadah dan Pokja RW Ramah Anak.

“Peserta mendapat ilmu dari pemateri profesional tentang sejarah KHA dan pentingnya hak-hak anak dan perlindungan anak bagi eksistensi bangsa serta eksistensi bangsa-bangsa di dunia. Kemudian, pengantar KHA, serta analisis hak anak dan perlindungan anak,” terangnya.

Sekedar informasi, Predikat Nindya KLA berhasil disabet Kota Depok selama empat kali berturut-turut pada 2017, 2018, 2019, dan 2021 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro