Kapolres Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo
Kapolres Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo.

RADARDEPOK.COM, BOGOR – Lantaran menyukai atau me-like akun yang menyebar video porno, akun Twitter @PolresBogorKota kini viral di media sosial.

Buntut viral kejadian itu, Kapolres Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo menyampaikan permintaan maaf.

“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian para netizen dan memohon maaf atas kegaduhan di dunia maya terkait hal ini,” kata Susatyo kepada wartawan, Minggu (07/11).

Dia memastikan hal tersebut tidak akan terulang lagi kedepannya. Oleh karena itu, akan ada pengawasan segala aktivitas akun-akun resmi media sosial Polres Bogor Kota. 

Polres Bogor Kota melakukan penyelidikan dan pemeriksaan internal buntut viral akun Twitter @PolresBogorKota me-like akun yang menyebarkan video porno. Admin yang mengelola Twitter tersebut pun diperiksa.

“Terkait viralnya akun Twitter Polresta Bogor me-like sebuah postingan tidak layak, kami saat ini masih melakukan penyelidikan & pemeriksaan secara internal. Semuanya (diperiksa), terkait admin dan alat yang digunakan. Termasuk audit sistem keamanannya. Apakah ada kelalaian admin ketika melakukan patroli siber, atau ada unsur ilegal dan kemungkinan-kemungkinan lainnya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, akun Twitter @PolresBogorKota bikin gempar jagat maya setelah menyukai atau me-like akun yang menyebarkan video porno. Hal ini seketika viral di media sosial.

Unggahan yang viral ini berawal dari postingan @txtdrberseragam. Akun tersebut mengunggah foto screenshot yang menampilkan postingan yang di-like oleh @PolresBogorKota.

Terlihat bahwa salah satu like tertuju pada akun penyebar konten porno. Akun @PolresBogorKota mencuit klarifikasi terkait kabar yang beredar tersebut.

“Selamat sore. Diberitahukan akun kami Polresta Bogor Kota tidak memposting atau like akun yang tidak pantas. Akun kami hanya memposting kegiatan-kegiatan dan informasi dan sosialisasi tentang kamtibmas di wilayah hukum Polresta Bogor Kota,” cuit @PolresBogorKota.

“Bagi akun yang mencoba memanfaatkan dengan menyalahi norma dan aturan hukum, maka kami akan melakukan upaya tindakan hukum,” lanjutnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya