diskualifikasi CPNS
FOKUS : Peserta SKB CPNS Kota Depok tahun 2021 tengah mempersiapkan diri sebelum ujian dimulai, di Gedung Balai Rakyat Depok II, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (28/11). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Panitia Seleksi (Pansel) Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) Kota Depok tahun 2021 terpaksa harus menggugurkan 11 peserta. Hal ini disebabkan 10 peserta tidak hadir dengan tanpa adanya konfirmasi, sedangkan satu peserta lainnya datang terlambat. 

Pelaksanaan SKB di Kota Depok dimulai pada Sabtu (27/11), sebanyak 331 peserta dari 444 orang yang mengikuti ujian tersebut di Titik Lokasi (Tilok) Depok, Gedung Balai Rakyat Depok II, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Dan sisanya mengikuti di Tilok Luar Depok.  Namun, 11 peserta diantaranya dari Tilok Depok terpaksa harus didiskualifikasi. 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Novarita mengatakan, gugurnya belasan peserta tersebut lantaran 10 peserta tidak hadir dengan tanpa adanya konfirmasi, sedangkan satu peserta lainnya datang terlambat.

“Padahal kami sudah informasikan melalui sosmed, akun peserta, maupun web BKPSDM mengenai jadwal dan ketentuan SKB. Tidak ada toleransi bagi peserta yang tidak patuh,” tuturnya.

Novarita merinci, SKB di Tilok Kota Depok dibagi ke dalam tiga sesi, dan setiap sesinya diikuti 130 orang. 

“Untuk sesi terakhir itu 131 orang, sampai selesainya SKB tercatat ada 11 peserta yang harus didiskualifikasi,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (28/11). 

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyediakan formasi untuk mengisi slot PNS di lingkungan Pemerintah Kota Depok sebanyak 182 formasi terdiri atas tenaga kesehatan sebanyak 58 formasi serta tenaga teknis 124 formasi. 

“Untuk dikatakan lolos, paling tidak yang pertama adalah lulus dengan nilai terbaik, karena satu formasi ini sekarang diperebutkak tiga peserta. Setelah mengerjakan ujian, peserta dapat langsung tau hasil nilainya, atau bisa diakses melalui youtube terkait live score,” bebernya. 

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini menegaskan, dalam mengantisipasi adanya potensi kecurangan, pihaknya telah memberlakukan beberapa lapis pengaman. Seperti pemeriksaan wajah, metal detector, dan body chechking. 

“Kita sudah pasang pengaman beberapa lapis, dengan adanya itu tidak terjadi kebocoran. Selama ini sesuai dengan aplikasi, dan kita lakukan pemantauan, tidak ada kecurangan disini,” ucapnya. 

Mengenai pengumuman hasil SKB, pansel masih belum mengetahui kepastian waktunya. Yang jelas, akan menunggu seluruh peserta selesai melaksanakan SKB, khususnya bagi peserta di luar Tilok Kota Depok. 

“Belum, karena di luar depok belum tau kapan, kemungkinan Januari. Artinya semua peserta ikut dulu, kemudian nilainya diolah seperti kemarin, setelah SKB langsung pemberkasan,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya