Mimbar Jumat KH A Mahfud Anwar
Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

Oleh : K.H.A.Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

RADARDEPOK.COM – Banyak sekali orang yang sukses hidupnya. Sukses secara materi maupun rohaninya. Masyarakat menganggapnya itu suatu takdir atau nasib yang baik baginya. Atau bahkan ada yang menganggap suatu kebetulan saja. Padahal kesemuanya itu ada proses. Proses menuju kesuksesan yang tidak semua orang tahu. Tahunya hanya kalau sudah berhasil. Tapi bagaimana usaha yang dilakukan oleh orang sukses itu tidak diketahui banyak orang. Bahkan cenderung orang tutup mata pada perjalanan menuju sukses itu. Ibarat orang naik tangga, tentu dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya. Dan banyak anak tangga yang harus dipanjatkan kakinya dan tangan yang kuat memegangnya. Tapi orang baru sadar ketika melihat orang sukses tersebut sudah ada di puncak tangga tertinggi. Dan baru berdecak kagum.

Begitulah orang yang meraih sukses itu sebenarnya tidak mudah. Dan tidak tiba-tiba berada di atas puncak karir. Liku-liku perjalanannya sangat panjang dan melelahkan. Dan tentu saja ada rahasia yang tersembunyi di balik kesuksesan tersebut. Baik disadari oleh pelakunya maupun tidak. Sebagai orang muslim bisa melihat rahasia sukses itu pada Q.S. Al-Lail : 4-10. Dijelaskan bahwa manusia itu boleh berusaha sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bebas memilih sesuai dengan kesukaannya. Tapi Allah swt. akan memberi jalan yang mudah untuk menuju sukses apabila memenuhi syarat utama.

Syarat utama yang dimaksud adalah dalam usaha itu selalu istiqamah di jalan kebaikan. Dan dalam kebaikan itu selalu diusahakan bisa berbagi dari sebagian hasil usahanya kepada orang lain. Bisa dengan sedekah, hadiah, hibah dan lain-lain. Yang penting dalam bentuk berbagi kepada sesama. Artinya selalu ada kepedulian pada orang lain. Apa lagi terhadap orang yang membutuhkan bantuan, itu sangat dianjurkan oleh Islam. Tapi sebaliknya orang yang kikir dalam hidupnya, akan menemukan kesulitan dalam perjalanan hidupnya. Entah pada halte mana, ia akan diberi kesulitan jalan oleh Allah swt. Yang pasti orang tersebut akan mengalami kesulitan yang sulit dicarikan solusinya.

Apalagi kalau seseorang tersebut sangat tergantung hidupnya pada kekayaan yang dikumpulkan dengan disertai sikap kikir, maka ia akan mendapatkan kesulitan yang permanen. Karena harta yang dikumpulkan dengan kikir tidak bisa melindungi dirinya, bahkan bisa jadi menistakan pemiliknya. Oleh karena itu bagi orang yang menginginkan kesuksesan, hendaknya melakukan usaha dengan kosisten dan konsekwen. Misal dengan membagi keuntungan yang adil dengan para pegawai atau karyawannya. Jika memperoleh keuntungan besar, maka gaji pegawainya pun juga besar. Jika keuntungan kecil, ya gaji pegawainya kecil. Di situlah artinya berbagi. Berbagi keuntungan, bagi pemodal maupun pekerjanya secara adil.

Wal-hasil jalan mudah menuju sukses itu terbentang luas di depan mata, bagi orang yang mendapat petunjuk (hidayah) dari Tuhannya. Karena Allah swt. sudah menjamin segala kemudahan bagi usaha manusia yang dia mau berbagi dengan disertai sikap dermawan. Hal ini bisa saja dialami oleh Pengusaha kelas kakap maupun pengusaha kelas bawah. Apa lagi disertai keyakinan yang kuat bahwa usahanya akan berhasil dan mendapat kemudahan dari Allah swt. Dalam sebuah Hadits Qudsi, disebutkan : Allah swt berfirman : “Ana ‘inda dzanni abdii bii”, saya ada pada praduga hamba-Ku.” Artinya bahwa Allah swt. akan memberi kemudahan, kalau memang hamba-Nya yakin bahwa jalan yang ditempuh itu memang mudah. Kesimpulannya bahwa cara menghadang kesulitan adalah dengan menjalankan sikap dermawan (mudah berbagi) kepada sesama. Wallahu a’lam.(rd)

Editor : Fahmi Akbar