wisata anak borobudur
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Tempat wisata Candi Borobudur, kini sudah terbuka untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Ini berkaitan dengan menurunnya menjadi PPKM Level 2 untuk wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Untuk memasuki Taman Wisata Candi Borobudur, wisatawan telah memiliki aplikasi PeduliLindungi. Uji coba pembukaan Candi Borobudur dilakukan semenjak, Sabtu (18/9), namun saat itu masih berada di PPKM level 3, sehingga wisatawan yang membawa anak-anak diminta putar balik.

Namun terhitung mulai, Selasa (16/11), anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah boleh berkunjung di Candi Borobudur. Hal ini dengan catatan kedua orang tua sudah divaksin dan memiliki aplikasi PeduliLindungi.

“Kalau kami di lapangan tentunya bersyukur Alhamdulillah (level 2). Karena selama ini jadi penanganan di lapangan kalau ada anak jadi kasihan (level 3). Lha dengan aturan turun di level 2 ini, ini akan membuat kita pelayanan lebih. Istilahnya lebih peningkatan pelayanan, tapi kita tetap perhatian pada prokes,” kata General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, Aryono Hendro Malyanto.

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/nizar-arifshidqi-duta-genre-putra-kota-depok-2020-2-capai-10-penghargaan-ikut-enam-organisasi/

Pendamping anak atau orang tua yang berwisata di Candi Borobudur sudah benar-benar vaksin. Kemudian, mereka telah memiliki aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, pendamping atau orang tua diminta mengisi surat pernyataan yang menyatakan telah divaksin.

“Kita tetap meminta pendamping sudah bener-bener divaksin. Sudah vaksin dan orang tuanya itu harus vaksin, kalau tidak, tetap tidak boleh. Yang kedua, mempunyai aplikasi PeduliLindungi, itu harus. Yang selanjutnya, mereka harus mengisi form yang kita sediakan. Form penegasan yang mendampingi itu sudah vaksin. Mulai hari ini kita siapkan,” tegas Aryono.

Surat pernyataan tersebut, kata dia, khusus untuk pendamping anak-anak atau orang tua. Sedangkan untuk wisatawan lainnya memasuki Candi Borobudur dengan aplikasi PeduliLindungi dan menerapkan prokes yang ketat.

“Iya khusus pendamping si anak. Itu kita imbau tetap mengawasi dalam arti dalam jangkauan mereka,” ujarnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya