pelatihan mitigas bencana serua
DIBINA : Peserta penyuluhan Kelurahan Tangguh Bencana berfoto bersama seusai mengikuti kegiatan penyuluhan. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SERUA – Aparatur Kelurahan Serua, Kecamatan Bohongsari, bekerjasama dengan UPT Dinas Pemadam Kebakaean Dan Penyelamatan (DPKP) Kecamatan Bojongsari mengadakan penyuluhan mengenai Kelurahan Tangguh Bencana.

Lurah Serua, H. Sanudin.AR mengatakan, penyuluhan ini dimaksudkan untuk menciptakan warga di Kelurahan Serua yang tanggap dan tangguu akan bencana, baik bencana alam maupun non alam.

“Saat ini sering terjadi angin puting beliung, masyarakat harus memiliki ilmu mitigasi bencana, agar memudahkan proses evakuasi,” katanya, Selasa (23/11).

Dia mengungkapkan, penyuluhan ini memberikan pemahaman kepada warga untuk mampu menangani bencana dalam sekala kecil, dan memahami alur pelaporan bencana sekala besar kepada UPT DPKP Kecamatan Bojongsari.

“Jadi dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak panik dan dapat melakukan mitigasi awal ketika ada bencana, baik angin puting beliung maupun kebakaran. Ketika sudah tidak mampu ditangani dapat segera menghubungi UPT DPKP Kecamatan Bojongsari agar segera datang ke lokasi untuk melakukan penyelamatan,” bebernya.

Baca Juga : Ada Fitur Reaction di WhatsApp, Apakah Itu?

Dia menjelaskan, kegiatan ini diikuti pilihan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Karang Taruna (Katar), PKK, hingga ketua lingkungan yang ada di Serua.

“Semoga Kelurahan Serua bisa menjadi Kelurahan Tangguh Bencana, dan partisipasi masyarakat semakin besar dalam mitigasi bencana di sini,” harapnya.

Sementara itu, salah satu peserta penyuluhan dari Katar Kelurahan Serua, Dani Hermawan mengaku, dengan adanya penyuluhan ini mereka jadi lebih paham untuk bertindak saat terjadi suatu bencana di sekitar mereka.

“Terutama soal kebakaran, kita tahu langkah awal untuk memadamkan api jika terjadi bencana, kami sudah dibekali ilmu untuk memadamkan suatu sumber kebakaran sekala kecil agar mencegah api membesar dengan menggunakan peralatan yang ada di sekitar kami seperti kain dan air,” tutupnya. (rd/dra) 

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya