sandi butar butar
MEMBANGGAKAN : Sandi Butar Butar saat foto piala dan medali yang berhasil diraihnya dalam salah satu kejuaraan bergenggsi yang menjadi wakil Kota Depok di Provinsi Jawa Barat. ARNET/RADAR DEPOK

Tak sia-sia usahanya mendalami dunia silat sejak 2003. Sandi berhasil menyabet berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat Kota Depok hingga tingkat Provinsi. Muali dari Piala juara satu sampai medali perunggu raihan podium ketiga masih tersimpan rapih di rumahnya. Semua disimpannya untuk dikenang bahwa dirinya pernah memberikan yang terbaik untuk Kota ini.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM, Usaha tidak akan membohongi hasil. Pepatah lama yang cocok untuk menggambarkan kerja keras Sandi. Pria berdarah batak yang mendalami pencak silat pada Perguruan Gending Jagad.

Juara terakhir yang membanggakan diraihnya pada tahun 2016 lalu, saat dirinya sudah menjadi personel honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

“Iya itu kemenangan paling terakhir. Itu juara pencak silat kelas C putra Porkot 5 tahun 2016,” kata Sandi sambil menunjukan medali warna perak tersebut.

Meski itu menjadi medali terkahirnya, tapi itu yang sangat berkesan untuk dirinya. Namun banyak yang berkesan pada tingkat Jawa Barat tapi semua bukti piala, piagam, sampai medali telah hilang entah kemana, karena pergumulan dengan orang tuanya.

“Sebenarnya banyak kalau dikumpulin dari 2003. Tapi ada yang hilang, ada yang dibuang karena tidak direstui orang tua. Itu bukan masalah untuk saya,” jelas pria 32 tahun itu.

Kata Sandi, kalau dikumpulkan hampir 10 piala lebih terpampang dikediamannya. Tapi dari semua hanya tersisa dua, selain medali yang didapat pada tahun 2016. Masih ada satu piala yang diraih pada tahun 2006 ketika dirinya duduk dibangku SMP Kelas 3.

Piala itu didapat saat dirinya meraih juara kedua Kelas C Putra pada Kejuaraan Pencak Silat antar SMP se Jawa Barat dan Banten Padjajaran Cimande Cup 1. Meski pada saat itu Sandi harus bertekuk lutut dari lawannya dari Banten yang sebagai tuan rumah. Namun ia bangga karena hanya kalah beberapa poin.

“Saya lupa selisih poinnya berapa. Tapi saya senang, karena SMP dari Depok hanya saya yang masuk ke Final,” ucapnya.

Kini, dirinya hanya berlatih kecil guna menjaga kemampuannya, karena pencak silat menjadi hobinya sejak dulu. Selain hobi, pencak silat buatnya harus dilestarikan agar terus meregenerasi ke angkatan muda yang kini mulai tergerus akan dunia modern.

“Jangan sampai hilang. Harus dilestarikan. Pemerintah juga punya andil untuk ini. Kita harus bersama lestarikan kebudayaan apapun bentuknya, termasuk pencak silat,” tutup Sandi dikediamannya di kawasan Sukmajaya. (*)

Editor : Junior Williandro