sandi butar butar habis
MEMBANGGAKAN : Sandi Butar Butar saat foto bersama dengan seluruh anak didiknya dengan jejeran puluhan piala atas kemenangan yang keluar sebagai Juara Umum dalam salah satu pertandingan antar pelajar se Kota Depok. ARNET/RADAR DEPOK

Regenerasi benar dilakukan Sandi kepada penerusnya di Perguruan Gending Jagad Buana, ini terbukti ketika Pencak Silat perguruan ini menorehkan Juara Umum antar pelajar se Kota Depok di tahun 2010. 20 Piala dari berbagai kelas digondol Perguruan ini hingga menjadi hiasan di markas Gending Jagad.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM, Sandi dengan tekun menelurkan bibit muda di Perguruan pencak silatnya, itu dilakukan dalam satu sampai dua tahun untuk mendidik sekitar 15 orang muridnya yang berstatus pelajar, mulai dari kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP.

Pemuda batak ini menciptakan suasana yang hangat meski konsentrasi dan kedisiplinan harus tetap terjada. Tapi kata Sandi semua harus seimbang untuk mendapatkan suasana yang hangat, jadi apa yang dipelajari dapat terserap dengan baik.

“Kita tegas saat latihan, tapi kalau tidak latihan kita ciptakan seperti keluarga. Peduli satu sama lain, seperti saudara,” kata Personil Damkar itu.

Apa yang diterapkan Sandi menjadi hasil yang manis, beberapa kejuaraan berhasil dimenangkan secara umum dari berbagai tingkatan, baik Kota Depok sampai Provinsi. Tapi torehan itu tidak membuatnya busung dada,kemenangan tersebut atas kerja keras setiap anak didiknya.

“Itu bukan saya yang menang, tapi mereka, anak didik kita bersama. Berjuang bersama, latihan kerja keras bersama. Mereka menang mereka banggakan dirinya dan orang tuanya,” kata Sandi.

Bila kalah, Sandi tidak pernah memaki setiap anak didiknya, justru sebaliknya Sandi kerap mengejek layaknya teman, tapi bukan tanpa solusi. Diberikan semangat, menjajal sparing dengan perguruan yang kelasnya di bawah, sehingga kepercayaan diri anak didiknya bangkit. Kita itu yang digunakan dirinya.

Torehan Sandi tak berhenti disana, ia juga mendalami pengetahuan tentang wasit pencak silat. Sertifikat resmi atas nama Sandi Buta Butar didapatnya dari organisasi resmi Pencak Silat Indonesia di tahun 2018 lalu.

Sandi mendapatkan dengan susah payah, melalui berbagi test. Bersyukur semua bisa dilalui bukan hanya test silat semata, kecerdasan dan kemampuan juga menjadi salah satu test. Hati nurani digunakan, kejujuran dipakai demi mendapat sertifikat itu.

“Kualitas dan integritas menjadi hal utama. Sertifikat itu dikeluarkan tepat 17-18 Maret 2018 oleh Padepokan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Cilodong,” beber ayah satu orang anak itu.

Haru dan bahagia bisa mendapatkan itu, karena bukan perkara yang mudah bisa mendapatkan sertifikat tersebut. Tapi semua bukan untuk unjuk gigi, semua untuk dirinya lebih tenang dalam menjalani pilihan hidup. (*)

Editor : Junior Williandro