penghargaan literasi jabar
Lily Suliyatiningrum dan Maulida Zahratusyita saat mendapatkan penghargaan dalam acara Parasamya Aksara Nugara 2021 yang diadakan di Bandung oleh Yayasan Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB).

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Lily Suliyatiningrum dan Maulida Zahratusyita yang merupakan guru dan siswa dari SDIT Mawaddah Depok menjadi salah satu dari 198 peserta yang mendapatkan penghargaan karena mampu menggerakan literasi di lingkungan kerjanya, dan menciptakan buku ber-ISBN.

Dalam kegiatan Parasamya Aksara Nugara 2021 yang diadakan di Bandung oleh Yayasan Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB) itu adalah acara penghargaan pengajar dan juga pelajar yang dinilai mampu menghasilkan karya di sepanjang tahun 2021.

Rinciannya, ada 105 peserta Parasamya Susastra Nugraha dan 93 peserta Parasamya Suratma Nugraha yang mendapatkan penghargaan. Selain pengajar, sebanyak 10 pelajar peserta Parasamya Praja Nugraha yang dinilai mampu menuliskan buku ber-ISBN juga hadir di sana.

Lily mengatakan, dirinya lolos dalam kualifikasi sebagai Pengajar Penggerak Literasi di lingkungan kerjanya, dan menerima penghargaan Parasamya Suratma Nugraha. Sementara Maulida yang kini duduk di kelas IV memperoleh penghargaan Parasamya Praja Nugraha setelah lolos seleksi karena mampu membuktikan kegiatannya di bidang literasi dan berhasil menghasilkan karya yang dibukukan.

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/korban-penipuan-minyak-goreng-lapor-polrestro-depok-rugi-rp2-miliar/

“Ini adalah sebuah apresiasi yang sangat berarti untuk saya. Dalam kegiatan tahunan ini jadi semacam reuni dan ajang silaturahim. Banyak aura positif dari pengajar dan penulis yang saya temui. Mereka adalah para inspirator dan motivator untuk satu dan yang lainnya. Saling mengenal dan saling berbagi,” ucap Lily.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat, Ahmad Hadadi memberikan apresiasi adanya pemberian penghargaan untuk para penggiat literasi.

“Gerakan Literasi harus terus menggeliat dan dilaksanakan. Membaca 15 menit jika perlu ditambah durasinya. Untuk itu perpustakaan di sekolah harus ada dan dapat menarik minat baca,” tuturnya.

Selain itu, Satgas Literasi Kemendikbud sekaligus Pembina KPPJB, Dewi Utama Fauziah menyampaikan, kecerdasan literasi itu harus dapat merangsang panca indera. 

“Maka dari itu, visualisasi amat penting untuk pengenalan literasi pada anak usia dini karena meliputi kognitif yang holistik,” terangnya.

Ada hal menarik lainnya dalam acara tersebut. Peserta penerima penghargaan rupanya bukan saja dari Jawa Barat, namun juga lintas provinsi dan juga lintas pulau. Dengan semangat literasi peserta dari Malang, Belitung, Sulawesi, dan beberapa daerah di Indonesia lainnya menyempatkan diri untuk turut hadir. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya