perkosa maradona
Mavys Alvarez.

RADARDEPOK.COM – Seorang wanita, bernama Mavys Alvarez asal Kuba mengaku, dirinya pernah diperkosa legenda sepak bola Diego Maradona. Di depan Kementerian Kehakiman Argentina menceritakan, saat kejadian tersebut wanita tersebut berusia 16 tahun, dan kini sudah berusia 37 tahun.

Kesaksian yang diberikan pada pekan lalu itu bagian dari penyelidikan dugaan perdagangan Alvarez kepada rombongan Maradona.

Diego Maradona, yang dianggap salah satu legenda sepak bola terbesar di muka Bumi ini, meninggal pada November 2020.

Kesaksian tersebut berkaitan dengan perjalanan yang dilakukan Alvarez bersama Maradona pada 2001, ketika sang bintang berusia 40 tahun.

Alvarez mengatakan, dia pertama bertemu dengan legenda Napoli itu saat di Kuba, ketika dia menjalani pengobatan bagi pecandu narkoba.

Dalam konferensi pers di Buenos Aires, Alvarez mengaku diperkosa oleh Maradona saat berada di klinik di Havana. Dilansir Reuters via The Guardian Selasa (23/11/2021), ibu Alvarez sendiri berada di kamar sebelah ketika insiden itu terjadi.

Baca Juga : Maling Penutup Gorong-gorong Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara

“Dia menutup mulut saya, dia memperkosa saya,” kata Alvarez. “Saya tidak ingin terlalu mengingatnya,” lanjutnya.

“Saya berhenti menjadi seorang gadis. Semua ketidakberdayaan saya sebagai remaja terenggut dari saya,” ratapnya.

Matias Morla, kuasa hukum Maradona sebelum dia meninggal, memilih tidak berkomentar atas klaim Alvarez itu. Alvarez menuturkan dalam pernyataan sebelumnya ke media, hubungannya dengan juara Piala Dunia 1986 itu ada konsensus.

Namun di sisi lain, dia mengakui dalam suatu kesempatan, pemilik “Gol Tangan Tuhan” tersebut melakukan pemaksaan terhadapnya.

Dia menjelaskan, keluarganya menerima hubungan keduanya meski jarak umurnya sangat jauh karena Maradona berteman dengan Fidel Castro, pemimpin Kuba.

“Keluarga saya tentu tidak akan menyetujui jika pemerintah Kuba tak terlibat. Mereka terpaksa menerima relasi yang tidak sehat ini,” keluhnya.

Dia mengaku sengaja membuat laporan untuk menolong perempuan yang menjadi korban perdagangan, dan membantu mereka. Alvarez berujar, dia begitu berat untuk menuju ke Argentina, di mana Diego Maradona dipuja sebagai pahlawan.

“Di sini, dia idola. Di saat bersamaan yang saya ingat adalah dia merupakan sosok dengan kepribadian jelek,” ujar dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya