Mimbar Jumat KH A Mahfud Anwar
K.H. A. Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

Oleh : K.H.A.Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

RADARDEPOK.COM – Semakin dewasa seseorang seharusnya semakin mampu menangkal hal-hal negatif yang menimpa dirinya. Bahkan bisa menolak gangguan-gangguan yang datang menyerang diri pribadinya. Karena semakin bertambah dewasa semakin kuat daya pikirnya dan kekuatan fisiknya. Namun kenyataan hidup ternyata tidak demikian. Bahkan semakin tua semakin rentan terhadap gangguan yang bersifat kejiwaan. Tidak sedikit di antara manusia yang merasa lemah tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Namun di samping itu ada pula orang yang semakin bertambah usia semakin kuat mentalnya. Tangguh dalam menghadapi gangguan-gangguan yang menghinggapi dirinya. Dengan piawai bisa menyelesaikan problematika hidup yang dihadapinya. Dengan cepat dan ringan membuang gangguan-gangguan yang dirasakannya. Pertanyaannya adalah kenapa mereka bisa menyelesaikan masalahnya dengan mudah dan cepat.? Bukankah secara kemanusiaan mereka memiliki kemampuan yang sama dengan lainnya. Jadi ternyata ada orang yang bisa menghadapi masalah hidupnya dan ada pula yang tidak bisa menghadapinya dengan baik. Sehingga menderita dalam perjalanan hidupnya.

Baca Juga  Satu Rumah di RJB Dapat Bantuan dari RLHS

Melihat fakta tersebut, maka bisa diteliti lebih lanjut sebab musababnya. Di antaranya adalah dikarenakan tidak memperoleh petunjuk dari Tuhannya atau memang tidak mau melihat petunjuk yang sudah disediakan oleh Allah swt. dan Rasul-Nya. Padahal Allah swt. sudah menyediakan rambu-rambu dalam jalan hidup ini yang bisa digunakan untuk menapaki jalan hidup dengan lebih mudah. Di antaranya dengan mencari Ilmu yang bisa mendamaikan hatinya, sehingga mempunyai hati yang bersih dan tenang. Dan kalau hatinya bersih, maka pandangan hidupnya pun bersih. Segala sesuatu yang dilihat dengan hati bersih, maka semuanya menjadi indah dan lebih indah dari aslinya. Bisa menjadikan semua yang ada di sekitar dirinya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan tidak ada yang sia-sia (Rabbana maa khalaqta hadza bathila, Wahai Tuhan kami, tidak ada satu pun ciptaan-Mu yang hadir sia-sia). Jadi semua yang dilihatnya bisa menimbulkan hikmah yang bisa dijadikan solusi.

Baca Juga  Menyambut Hari Pramuka ke-57, SLBN Depok Sekolah Pertama Gelar Perkemahan

Di samping Ilmu yang mampu memperkuat jiwanya, juga ada sikap tawakal yang harus dimilikinya. Di mana seseorang yang bertawakal kepada Allah swt. akan dapat suntikan energi baru yang menambah kekuatan batin dan fisiknya untuk menghadapi setiap masalah. Jadi ketika seseorang mendapat gangguan kejiwaan, maka yang harus dilakukan adalah menempelkan dirinya pada kekuatan Ilahiyah (Tuhan) agar menjadi lebih kuat. Karena memang Allah swt. yang Maha kuat dan Maha Perkasa. Jadi seakan kita berlindung pada kekuatan Tuhan. Jika Allah swt. sudah bergerak, maka tidak ada satu kekuatan pun yang bisa menghalangi. Sehingga kehendak (Iradah) Allah swt. pasti terwujud.

Di situlah kekuatan doa dan sikap kepasrahan (Tawakkal) seseorang kepada Tuhannya, akan menjadi penolong bagi dirinya. Sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S. At-Thalaq : ayat 3. “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” Maka dengan sikap tawakkal itu, semua hal menjadi ringan. Dan lebih mempunyai sikap qana’ah (mau menerima apa yang ada padanya) selalu menganggap bahwa segala yang datang padanya, baik ringan atau berat itu adalah sudah jatah bagi dirinya. Dengan demikian orang yang bertawakkal itu tidak pernah kecewa terhadap apa saja yang kurang atau apa yang hilang darinya. Dan yakin bahwa semua itu akan diganti oleh Allah swt. dengan ganti yang lebih baik. Inilah cara mengembangkan sikap tawakal dan qana’ah yang bisa menangkal keburukan yang datang padanya. Wallahu a’lam bis-shawab.(*)

Baca Juga  Cerita Hendra Lesmana Chaniago Atlet Biliar Kota Depok, Sabet 3 Medali, Sempat Bertengger di Peringkat 32 Dunia

Editor : Fahmi Akbar