amar maharaja 48
TANDEM : Amar Maruf sedang melakukan solo gitar, dalam sebuah konser yang dibintangi band mereka. ist

Ada ungkapan yang berbunyi Apalah Arti Sebuah Nama, ungkapan itu nampaknya tidak berlaku bagi Amar Maruf ketika mendirikan band Maharaja 48. Sebab, dibalik nama Maharaja 48, terdapat sebuah filosofi yang dalam sarat makna.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Amar Maruf nampaknya seorang perokok yang cukup aktif, hal itu terlihat dari sambung menyambung rokok yang dihisapnya di tengah perbincangan. Bisa jadi, karakter suara berat dan serak-serak basah miliknya ini tercipta lantaran aktifnya dia dalam menghisap asap tembakau. Seperti mitos yang kerap berseliweran di masayarakat jika orang memiliki suara berat dia adalah perokok.

Pemberian nama dalam sebuah band, tidak ada bedanya dengan pemberian nama terhadap anak maupun nama perusahaan. Pasti ada makna atau juga harapan yang ada di balik nama yang tersemat tersebut, termasuk dalam pemberian nama Maharaja 48 pada band bentukan Amar Maruf ini.

Ketika saya kuliah di semester satu dulu, ada ahli yang menyatakan jika nama itu meruapakan suara yang paling indah. Maka itu, ketika saya membuat band namanya pun harus indan dan punya makna,” ucap Amar sembari menghisap rokok berlogo huruf A ini.

Nama Maharaja 48 memiliki filosofi sebagai raja dari segala raja di industri musik. Sedangkan angka 48 yang tersemat di belakan namanya merupakan gabungan dari tanggal lahir Amar dan istrinya.

Semua orang punya cita-cita, ketika seorang prajurit mempunyai keinginan mendapatkan jabatan yang tinggi, itu kan boleh boleh saja. Terlepas tersampaikan atau tidak, itulah mengapa saya kasih nama raja, karena saya berkeinginan menjadikan band saya ini menjadi raja di atas raja. Jadi harapanya gitu, impian kan boleh, tapi bertepatan juga saya tinggal di perumahan Maharaja. Untuk angka, angka 4 itu tanggal lahir saya, dan 8 tanggal lahir saya,” ucap sahabat La Nyalla Mattalitti ini.

Jika dikuliti lebih dalam, band Maharaja 48 ini konsisten menyarakan isu nasionalisme, sosialisme, dan religi dalam setiap karyanya. Isu nasionalisme ini lahri dari keresahannya akan krisis nasionalisme di generasi muda saat ini. selain itu, kepekaan mereka juga jauh berkurang aan sejarah berdirinya bangsa ini yang diiringi pekik takbir dan pertumpahan darah seluruh pahlawan yang berjuang di medan perang kala itu.

Saya memang fokus utama menyuarakan nasionalisme, membungkusnya pakai musik rok, karena andrenalin dan bergelora. Di samping itu juga ada lagu religi tapi tak terlalu dalam, karena latar belakang pemahaman agama kurang saya juga kurang,” tuturnya.

Meski sudah menciptakan lagu sebanyak 20 judul, Maharaja 48 sampai saat ini belum juga membuat album. “Belum buat album, tapi untuk single udah ada 20 lagu yang saya ciptakan dan sudah kami produksi, hanya saja baru 18 lagu yang sudah dirilis, mayotitas lagu saya tentak nasionalisme,” terangnya.

Maharaja 48 mengusung tiga tema dalam setiap lagunya, ada nasionalisme, sosial, dan religi. Dari setiap tema pasti ada salah satu lagu yang menjadi hits atau jagoan band ini.

Seperti untuk tema nasionalisme, ada satu lagu yang mempunyai pesan moral cukup tinggi, yaitu lagu berjudul Indonesia Rumah Kita. Lagu ini lahir dari keperihatinan Amar kala melihat berita di televisi terkait aksi demo yang sampai harus merusak fasilitas publik.

Fasilitas umum kan dibuat dari uang rakyat ngapain harus di rusak, kan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus menimbulkan kerugian untuk orang lain. Ini lah pesan yang terkandung dalam lagu kami berjudul Indonesia Rumah Kita. Terus saya juga buat lagu berjudul Kita Indonesia untuk memotivasi generasi muda bahwa kita semua saudara sebangsa dan setanah air,” bebernya.

Selain itu, Amar juga menciptakan lagu berjudul Pahlawanku. Lagu ini didedikasikan untuk aparat keamanan baik TNI maupun Polri, sebagai bentuk apresiasinya kepada aparat yang sudah berjuang bertaruh nyawa untuk menciptakan keamanan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kami mengapresiasi mereka yang sedang bertugas di daerah konflik seperti di Papua, dan Poso, serta di daerah perbatasan negara. Karena jika bukan karena mereka, kita tidak bisa hidup nyaman seperti saat ini,” imbuhnya.

Lewat lagu Pahlawanku ini, Amar juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih menghargai lagi TNI dan Polri supaya mereka semangat dalam menjalankan tugasnya.

Saya merasa miris dengan kelakuakn segelintir masyarakt yang kurang mengapresiasi kinerja TNI dan Polri. Maka itu saya ingin sampaikan ke masyarakat agar jangan hanya bisa nyinyir, dan membuli kinerja mereka,” katanya.

Untuk tema sosial, Maharaja 48 juga punya dua judul lagu andalan anatara lain Merah Putih ada di Dada, dan Indonesia Tetap Merah Putih. Lagu ini tercipta ketika di awal pandemi ada carut marut politik dan hoax bertebaran di mana – mana.

Lagu ini mengajak kita untuk diam aja, karena itu udah membantu Pemerintah dalam menghadapi pandemi ini. gak usah ikut ribet kalau gak tau apa – apa lebih baik diam. Ini kan banyak yang sok tahu di media sosial dan jadi bikin gaduh,” lanjutnya.

Lagu ciptaan Amar tidak hanya terbatas pada isu-isu yang ada di dalam negeri. Beberapa lagu juga didedikasikan untuk beberapa permasalahan internasional, salah satunya konflik Israel dan Palestina yang terus berkepanjangan sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.

Jadi semua lagu saya itu berangkat dari isu, dan masalah kemanusiaan, saya tidak masuk dalam ranah agama untuk masalah Israel Palestina ini. Yang kita lihat di media ada peperangan Israel Palestina ini bukan masalah agama, ini masalah kemanusian, terlebih untuk masyarakat muslim kita minimal membantu menyuarakan, bukan mebantu perang tidak, membantu mensuport menyuarakan, ini maslah kemanusiaan makanya saya ciptakan beberapa lagu dari masalah ini,” tuturnya.

Untuk mendukung rakyat Palestina, Maharaja 48 membuat lagu berjudul Save Palestine. Lagu ini berisikan imbauan dan dukungan serta motivasi untuk rakyat Palestina yang terkena musibah perang. Lalu ada lagu berjudul Palestina Saudara Kami, dan yang ketiga lagu berjudul Pray For Palestine. Lagu Pray Fir Palestine ini belum saya rilis, tapi sudah dimixing,” bebernya.

Kepeduliannya akan permasalahan internasional tidak terbatas pada Palestina saja, akan tetapi jika dia menemukan sebuah isu kemanusiaan di negara lain dia juga akan menciptakan lagu.

Masalah kemanusiaan saya fikir bukan Palestina saja, tapi negara lain pun kalau mengalami penindasan akan saya suarakan lewat musik saya,” terangnya.

Untuk lagu religi, pada bulan Ramadan kemarin Maharaja 48 juga menciptakan lagu berjudul Bulan Penuh Rahmat, Anak Durahaka, dan Ibu. Tentunya lagu religi ini tetap mempunya ciri khas musik rock, hanya saja kemasannya lebih slowa dan ballad.

Tetap harus ada distorsi dalam permainan gitarnya sekalipun lagu religi,” imbuhnya.

Maharaja 48 termasuk dalam kategori band indie atau independen, karena mereka melakukan semua produksi musiknya, dari hulu sampai hilir, secara mandiri, tanpa ada campur tangan major label. “Produksi semua saya buat sendiri bersama teman-teman,” ucapnya.

Pribahasa semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa juga menjadi kenayataan dalam perjalanan karir band Maharaja 48. Hal ini terjadi tatkala mereka membuat chanel Youtube dengan nama Maharaja 48, chanel mereka ditakedown pihak youtube lantaran banyaknya orang yang mereport postingan lagu-lagu mereka.

Ada 18 lagu yang terilis di youtube, dengan chanel Maharaja 48. Tapi apes dikit, chanel kami kena takedown. Saya gak tau kenapa, tapi bertepatan dengan saya rilis lagu judul Saudaraku Palestine saya ga bilang gara gara itu,” tambahnya.

Kecurigaan Amar mungkin ada benarnya, sebab ketika lagu berjudul Saudaraku Palestine ini subscriber chanel mereka meningkat pesat dan viewernya juga naik pesat dalam waktu kurang dari seminggu.

Saya kira karena lagu itu mendekati 100 ribu tayangan kurang dari seminggu, dan langsung takedown chanelnya. Padahal subscriber kami sudah 10 ribu lebih,” keluhnya. (bersambung)

Editor : Junior Williandro