ptm
COVID PTMT : Seorang guru sedang melintas di area SMP Negeri 2 Depok usai melangsungkan Swab Test akibat satu siswa terpapar. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terus menyebarnya kasus Covid-19 di dunia pendidikan selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) berlangsung, mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Kota Depok yang menaungi kesehatan.

Ketua Komisi D DRPD Kota Depok, Supriatni mengatakan, kekompakan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci kelancaran PTMT yang sudah berlangsung di Depok. Memang PTMT masih baru di mulai, seiring dengan jalannya waktu kesolidan dalam menjaga prokes di sekolah akan semakin maksimal.

“Kita semua, mulai dari orang tua, Kepsek, guru dan seluruh tenaga pendidik yang ada di satuan pendidikan haris goting royong disiplin prokes, sambil terus mengedukasi siswa,” katanya saat dikonfirmasi Radar Depok, Jumat (05/11).

Menurutnya, edukasi yang terus menerus akan membuka setiap pikiran siswa, agar senantiasa menjalankan prokes meski tidak dalam pengawasan orang tua atau sekolah. Buat hal ini menjadi satu gaya hidup yang terus diterapkan siswa, baik saat beraktifitas maupun bersekolah.

“Insha Allah ini bisa jadi gaya hidup untuk mereka. Kalau sebelum PTMT kan mereka masih diawasi orang tua. Sekarang PTMT ada ruang dan waktu yang sulit untuk diawasi. Namanya juga anak-anak ya,” tambah politisi Partai Golkar itu.

Prokes, ungkap Supriatni masih menjadi kunci hidup sehat. Hal yang harus dirubah adalah prokes bisa dijadikan gaya hidup keseharian. Setiap tenaga pendidik dan guru juga agar mengawasi setiap siswa untuk tetap tidak jajan atau makan sembarangan yang dapat menimbulkan kontak dengan orang lain.

Ia menyarankan, agar konsumsi makanan siswa SD, SMP, hingga SMA harus diperhatikan. Membawa makanan dari rumah dapat meminimalisir kontak dengan orang lain, karena sudah enggan untuk jajan atau makan di luar.

“Ini memang susah dibatasi. Tapi sudah wajib dilakukan untuk saat ini. Semua harus goting royong, semua harus disiplin dan konsisten selama pandemi masih ada,” tegasnya.

Supriatni juga sepakat pasa Satgas Covid 19 Kota Depok yang melanjutkan PTMT meski baru ini terjadi satu kasus siswa terpapar covid 19 di SMP Negeri 2, karena pendidikan secara langsung menghasilkan pembelajaran yang berbeda dengan secara virtual.

“Dan saya sepakat dengan satgas covid PTMT tetap harus dilaksanakan, cukup siswa dan rekan rekan sekelasnya saja yang di isoman selama dua minggu,” beber Supriatni.

Ia pun sempat meminta Pemerintah sebelum PTMT di mulai harus ada solusi agar anak anak yang mendapat vaksin bukan hanya 12 tahun ke atas tapi juga 12 tahun ke bawah. Hal ini mengingat PTMT juga berlangsung bagi siswa SD.

“Alhamdulillah, ternyata pemerintah pusat pun mendengar keluhan kami untuk memikirkan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Vaksinasi ini harus segera dilaksanakan,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro