anak Ismail Marzuki
ANAK PAHLAWAN : Anak Semata Wayang Pahlawan Ismail Marzuki, Rachmi Aziya (71), dikediamannya di Kecamatan Sawangan. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Siapa yang tak kenal Pahlawan Indonesi yang menciptakan lagu Indonesia Raya, Ismail Marzuki. Kini anak satu-satunya, Rachmi Aziya (71), harus berjuang hidup akibat kerap ditipu karena royalti lagu, hingga hidup sederhana. Bahkan terjepit kebutuhan.

“Pernah ditipu karena royalti lagu ayah, tapi tidak pernah saya anggap pusing,” jelasnya dikediamannya di Kecamatan Sawangan.

Dirinya menyampaikan, memang ayahnya memiliki ratusan karya, baik hasil ciptaannya sendiri maupun lagu yang diaransemen ulang. seperti, Rayuan Pulau Kelapa, Halo-halo Bandung, mars Arek-arek Suroboyo, Indonesia Tanah Pustaka, dan Gugur Bunga di Taman Bhakti.

“Banyak ya yang datang minta izin ke saya buat pakai lagu ayah untuk kepentingan komersil atau film,” katanya.

Tak sedikit, ungkap Rachmi, beberapa orang menawarkan untuk menjadi perantara dengan pihak pengguna lagu sang Ayah. Meski mengetahui bahwa sedang ditipu atau dikelabuhi.

“Belum lama ini ada yang datang untuk urusin lagu Bapak, itu orang dekat dengan saya. Belum lama, belum sebulan,” papar Rachmi.

Ia membeberkan, saat itu ditawarkan uang senilai Rp5 juta untuk nilai kontrak, dan dirinya memberikan persenan kepada orang tersebut sebagai ucapan terima kasih.

Pertama, sejumlah uang Rp500 ribu telah diberikan oleh Rachmi, berikutnya ditambahkan sebesar Rp500 ribu. Kecurigaan muncul ketika perantara tersebut, tidak kunjung ada kabar untuk mendapatkan surat izin pemakaian lagu.

“Ternyata benar, sata tertipu nilai kontrak penggunaan lagu sebesar Rp15 juta, bukan Rp5 juta seperti yang ditawarkan orang tersebut,” jelas Rachmi.

Hal tersebut membuat Rachmi hanya menerima sebesar Rp4 juta. karena telah menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp1 juta sebagai ungkapan terima kasih.

Dilanjutkannya, kejadian semacam ini bukan kali ini saja, semasa pandemi dirinya pernah ditipu tiga kali. Semua dilakukan dari orang terdekatnya. Namun tidak pernah dipermasalahkan.

“Saya tidak masalah, asal bilang kalau sudah mengambil uangnya. Itu tidak masalah,” lanjut Rachmi.

Modus yang dilakukan pelaku adalah menjadi perantara izin pemakaian lagu Ismail Marzuki. Setelah itu, uang penggunaannya yang diberikan kepada Rachmi dikurangi.

Namun, Rachmi tak berniat menempuh jalur hukum. Ia pun percaya Sang Maha Kuasa akan mengganti rezeki dan membalas perbuatan orang yang menipunya.

Saya tidak menempuh jalur hukum. Nanti keluar uang lagi, saya tidak punya uang untuk itu. Biar ini jadi pelajaran dan saya akan tetap mendoakan,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro