tawon
SIAGA : Personel DPKP Kota Depok berhasil mengamankan sarang tawon vespa beberapa waktu lalu. ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Akibat hilangnya sejumlah pohon di Depok. Banyak tawon vespa atau ndas yang membuat sarang di permukiman warga. Tercatat sepanjang Januari sampai Oktober 2021, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mengamankan sebanyak 160 sarang tawon vespa.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi DPKP Kota Depok, Welman Naipospos mengatakan, ratusan sarang tawon vespa hinggap dan mengganggu keamanan masyarakat.

“Biasanya, saran tawon vespa banyak ditemui di pinggir atap bangunan rumah warga. karena habitatnya berubah alias perubahan lingkungan karena alih fungsi lahan habitat asli tawon vespa berada di pohon, hutan, dan semak-semak,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (29/11).

Sejumlah personel turut disiagakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Welman mengimbau, kepada masyarakat jangan bertindak gegabah untuk mengatasi sarang tawon. Apalagi, memusnahkannya tanpa memiliki keahlian khusus, sebaiknya melapor ke Nomer Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.

“Imbauannya jika ada sarang tawon jangan evakuasi sendiri, segera lapor ke dinas damkar dan jangan diganggu (sarang tawon). Lalu melalukan aktivitas di dekat sarang tawon vespa. Bisa juga menghubungi telepon damkar,” ucapnya.

Sekedar informasi, Kamis malam (25/11) dan Senin (29/11) malam, DPKP Kota Depok melakukan evakuasi sarang tawon vespa di sejumlah titik. Belakangan, evakuasi sarang tawon vespa dilakukan di kawasan Tapos, Sukmajaya, Cilodong, Pancoranmas, dan Cimanggis. “Untuk malam ini, kami akan mengevakuasi sarang tawon di Telaga Golf, Nuansa Bali, Sawangan pukul 18.30 WIB,” tuturnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Eko mengapresiasi langkah cepat dan sigap dari DPKP Kota Depok. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pihak Damkar berhasil mengevakuasi satu sarang tawon.

“Alhamdulillah damkar merespon cepat aduan kami, tawon yang bersarang di pohonan dan sempat meresahkan warga beberapa waktu lalu akhirnya dimusnahkan,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro