operasi zebra
PATUH LALU LINTAS : Kanit Kamsel Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, saat melakukan sosialisasi Operasi Zebra di Lampu Merah Ramanda, Jalan Raya Margonda, Senin (15/11).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masyarakat Depok harus mengetahui dan patuh berlalu lintas pasalnya Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Depok akan melangsungkan Operasi Zebra mulai dari 15 hingga 25 November dengan cara berkeliling ke titik yang telah ditentukan.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Jhoni Eka Putra menekankan, operasi ini akan berlangsung secara mobile ke berbagai titik yang telah ditentukan, bila ada oengendara yang terlihat kasat mata melanggar tentu akan ditindak dengan penilangan, tentunya dengan cara humanis, edukatif dan persuasif.

“Kita harapkan masyarakat tertib berlalu lintas, gunakan helm SNI, gunakan knalpot standar pabrik agar tidak ganggu pengendara lain. Lalu, sarannya lampu strobo dan juga TNBK,” jelasnya, Senin (15/11).

Ia menerangkan, tujuan operasi bisa mengurangi atau mengendalikan penyebaran covid 19 dengan cara melakukan operasi zebra di jalan raya. Sehingga tercipta keselamatan dan keamanaan, dengan menjaga ketertiban masyarakat.

Operasi zebra pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan operasi zebra pada tahun 2020, karena tahun ini masih pandemi, begitu juga tahun lalu masih dalam pandemi.

“Tentunya, dengan operasi ini penyebaran covid bisa kita kendalikan melalui aktifitas di jalan raya,” terang Jhoni.

Dirinya memastikan, operasi ini akan berlangsung selama 24 jam, tidak ada jam khusus. Bila ada anggota yang menemukan dengan kasat mata akan dilakukan penindakan. Namun kegiatan ini akan dilakuka secara berkeliling dengan menggunakan spanduk serta sosialisasi melalui media sosial.

“Operasi ini, artinya tak terpusat agar tak timbulkan kerumunan. Tidak ada razia secara besar-besaran tapi kita lakukan secara mobile,” jelasnya.

Dilokasi yang sama Kanis Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari menambahkan, ada beberapa titik yang menjadi konsentrasi operasi zebra, seperti Jalan Protokol Depok, Sekolah, bahkan ke tempat penjualan knalpot bising.

“Kalau bukan peruntukannya, yaa jangan diganti. Kan ada nih dari perusahaan motornya, gunakan yang standar. Nanti juga kita himbau penjual knalpot bising. Kita akan koordinasikan dengan stakeholder,” tambahnya.

Nanti penindakannya juga akan lebih humanis serta edukasi, seperti pengendara yang menggunakan helm tapi tidak di kancing, akan ditindak dengan mengkacingkan helmnya sambil melakukan edukasi. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro