pabrik samsung
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Samsung yang merupakan raksasa ponsel pintar dari Korea Selatan, berencana memindahkan lokasi produksi mereka, dari Vietnam ke Indonesia dan India. Faktor yang membuat Samsung mengambil keputusan tersebut, yakni Upah buruh yang merangkak naik di Vietnam.

Selain itu, karantina wilayah atau lockdown yang diterapkan Pemerintah Vietnam juga mempengaruhi produksi Samsung.

“Di Vietnam, produksi terganggu di tempat-tempat tertentu, karena karantina wilayah yang memengaruhi operasional kami,” kata Vice President Samsung Mobile Communications Business Kim Sung-koo.

Vietnam, saat ini masih menjadi basis produksi yang penting bagi Samsung. Lebih dari setengah produksi ponsel Samsung dibuat di Vietnam. Termasuk lini ponsel premium dari Samsung.

Samsung memiliki 2 pabrik di Vietnam. Yaitu 1 pabrik yang terletak di Provinsi Bac Ninh (SEV) dan Provinsi Thai Nguyen (SEVT). Kedua pabrik tersebut menghasilkan 182 juta unit ponsel Samsung setiap tahunnya, atau 61 persen dari total produksi Samsung.

Baca Juga : Karya Bakti Kostrad Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jika rencana Samsung memindahkan pabriknya ke Indonesia dan India terlaksana, kapasitas produksi di pabrik Vietnam hanya menjadi 163 juta unit per tahun, atau 50 persen dari total produksi ponsel Samsung.

Di tanah air, Samsung sudah memiliki pabrik ponsel pintar dan tablet di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. Pabrik yang diresmikan pada 2015 itu memiliki nilai investasi senilai 20 juta – 23 juta dollar AS.

Pabrik tersebut diresmikan pada 2015, dan mampu memproduksi 10 juta ponsel per tahun. Nantinya, Samsung akan menambah kapasitas produksi pabrik di Cikarang menjadi 18 juta unit per tahun.

Samsung telah menyiapkan dana sebesar 140 juta dollar AS (sekitar Rp 1,9 triliun) untuk pemindahan pabriknya. Rinciannya, 90 juta dollar AS (sekitar Rp1,2 triliun) untuk investasi di India dan 50 juta dollar AS (sekitar Rp713,4 miliar) untuk investasi di Indonesia.

Jika proses pemindahan pabriknya sudah selesai, Indonesia akan menyumbang 6 persen produksi ponsel Samsung dan India sebesar 29 persen. Sementara saat ini, Indonesia hanya menyumbang 4 persen dari total produksi Samsung dan India 20 persen.

Samsung sendiri menargetkan memproduksi 276 juta ponsel pintar di tahun depan. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya