tinjau
TINJAU : Walikota Depok, Mohammad Idris saat meninjau prokes pada  PTMT di SDN Sukatani 7, Kecamatan Tapos, Senin (4/10).
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan berat hati harus kembali mengencangkan aturan terkait Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT). Selain Kecamatan Pancoranmas yang sudah diberhentikan : PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. Depok juga memastikan seluruhnya jenjang PAUD, TK, SD belajar dari rumah (BDR), karena belum dapat divaksin. Kebijakan tersebut menyusul demi menekan penyebaran  Covid-19 klaster PTMT.

“Kami tiadakan untuk sementara kegiatan PTMT di wilayah Kecamatan Pancoranmas. Peraturan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan yang ada di Kecamatan Pancoranmas,” kata Walikota Depok, Mohammad Idris kepada Harian Radar Depok, Jumat (19/11).

Dia mengungkapkan, dengan adanya kejadian ini, seluruh jenjang pendidikan di Pancoranmas akan kembali melakukan belajar jarak jauh atau virtual. Sampai dinyatakan benar–benar aman untuk melakukan PTMT kembali. “Untuk sementara di Pancoranmas kembali belajar secara virtual,” tuturnya.

Baca Juga  46.628 Surat Suara Dimusnahkan, Tahanan KPK Diizinkan Ikut Mencoblos

Kejadian klaster Covid-19 dalam PTMT di Kecamatan Pancoranmas juga membawa efek domino bagi kecamatan lain di Depok. Bukan terkait penularanya, akan tetapi terkait kebijakan larangan PTMT untuk beberapa jenjang pendidikan. “Kecamatan lain, kami instruksikan agar siswa yang belum divaksin tidak boleh mengikuti PTMT, harus melalui daring,” tuturnya.

Larangan PTMT untuk siswa yang belum vaksin ini tentu mengacu pada jenjang pendidiakan mulai dari PAUD hingga Sekolah Dasar atau sederajat. Akan tetapi, untuk tingkat SMP dan SMA/SMK juga dilarang untuk PTMT khusus bagi siswa yang belum mendapatkan vaksin.  “Secara praktris, di sekolah dasar dan sederajat yang memang belum ada vaksin dari pemerintah, mereka belajar di rumah. SMP dan SMA di kecamatan lain yang belum divaksin juga harus belajar di rumah. Kalau sudah divaksin masih bisa mengikuti PTMT,” bebernya.

Baca Juga  Ini Hari Terakhir

Idris berharap, pemerintah dalam waktu dekat bisa mengeluarkan kebijakan agar anak usia 12 tahun ke bawah boleh mendapatkan vaksin. Agar mereka bisa kembali bersekolah tatap muka seperti kaka  kelasnya di jenjang SMP dan SMA.  “Kami selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT, Tuhan YME untuk melindungi anak–anak kita, yang menjadi harapan orang tua. Agar kelak menjadi generasi penerus pemimpin bangsa dan denangara yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, ketika ditanya mengenai kesiapan Kota Depok untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), menjawab dengan singkat. Menurutnya, hingga saat ini Pemerintah Kota Depok masih menggodok regulasi untuk Nataru. “Nataru masih dalam pembahasan,” jawabnya. (dra/rd)

Baca Juga  Putri Kusuma Wardani Pebulutangkis Depok yang Bersinar di Internasional : Podiumnya Obati Luka Pecinta Badminton Indonesia

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar