sekda depok
Sekda Kota Depok, Supian Suri

RADARDEPOK.COM – Pekerjaan rumah (Peer) soal data vaksinasi bakal dibenahi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Kamis (4/11), Depok memiliki dua strategi menangani kesenjangan data capaian vaksinasi. Mengingat, saat ini data capaian vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 66,3 persen. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok sudah lebih dari 70 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, tengah mengusulkan koreksi puluhan target kepada Kemenkes. Saat ini, pemerintah sedang menjalankan dua strategi guna menangani perbedaan data capaian vaksinasi tersebut.

“Pertama kami akan menyisir warga yang sudah divaksinasi by name by address berdasarkan data yang sudah ada di Disdukcapil. Sebetulnya kalau menggunakan data Disdukcapil, target vaksinasi kita itu 1,3 juta kalau menggunakan parameter itu,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (4/11).

Kemudian, seluruh data itu akan disebar ke kelurahan, RT/RW agar pihak lingkungan merekap warganya yang telah divaksinasi. Tetapi belum masuk dalam data tersebut, kemudian dicatat dan diinput. Kedua, target yang sekarang dari Kemenkes itu 1,6 juta, perhitungannya adalah 70 persen dari data penduduk sejumlah 2,4 juta.

“Hasil survei penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) itu, penduduk Depok hanya 2 juta orang. Kami melakukan dua parameter perhitungan data vaksinasi, pertama by NIK by adress, lalu kedua by kinerja fasilitas kesehatan (faskes). Nah untuk by NIK,” bebernya.

Menurutnya, jika dilihat dari parameter by NIK, Kota Depok sudah mencapai 70 persen lebih vaksinasi Covid-19, sementara kalau by faskes sampai saat ini menyentuh angka 66 persen. Untuk itu, pihaknya mengupayakan penyisiran data vaksinasi.

“Hingga sekarang, kami terus menyisir data vaksinasi karena Kodim, Polres, dan Pemkot Depok sangat masif menggelar program vaksinasi dengan menyisir yang belum vaksin,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri menyebut, terkait kedua data antara pusat dan kota, tidak ada yang salah ataupun keliru. Hanya saja, merujuk data Kemenkes, tersisip jumlah vaksinasi orang Depok yang melakukan vaksin di luar Depok. “Data itu dua-duanya benar, bukan senjang. Untuk data Kemenkes yang 70 persen itu memuat jumlah Vaksin orang Depok yang di Vaksin di luar Kota Depok,” tutupnya.

Perlu diketahui, merunut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, data vaksinasi per Kamis (4/11) dosis pertama mencapai 1.160.757 orang atau 71,94 persen, dosis kedua 922.959 orang atau 57,20 persen, dan dosis ketiga 11.922 orang atau 0,74 persen. Vaksinasi Lansia sendiri pada dosis pertama mencapai 77.389 orang atau 64,52 persen, lalu dosis kedua yakni 61.558 orang atau 51,32 persen.(daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar