kdrt
PENGANIYAAN : Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, saat memberikan keterangan penanggkapan pelaku penganiyaan anak kandungnya berinisial KL (8) di Polres Metro Depok, Selasa (9/11). ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Akibat sering mabuk, seorang ayah yang menjadi pelaku diamankan Polres Metro Depok karena telah melakukan kepada anak kandungnya berinisial KL (8) hingga mengalami luka. Kejadian ini diterima Polres Metro Depok pada Sabtu (06/11) kemarin.

“Jadi, pada hari sabtu pagi kemarin kita terima laporan dari ibu rumah tangga membawa anaknya inisial KL (8) di Polres bahwa anaknya ini diduga mengalami kekerasan oleh ayah kandungnya sendiri dekat rumahnya dekat Bojong Gede atau Tajur Halang,” kata Kasatreskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.

Yogen mengungkapkan, pihaknya langsung bergerak cepat menangkap pelaku dikediamannya. Saat ditangkap, pelaku sedang dalam keadaan mabuk.

“Jadi memang awalnya Ayah korban ini sering mabuk-mabukan. Pada saat itu sepulang dari mabuk, lihat anak bermain, meminta anaknya untuk pulang. Namun si anak tetap bermain sehingga ayahnya emosi dan memukuli,” terangnya.

Menurut Yogen, korban mengalami beberapa luka serius diantaranya pelipis kedua mata, memar lebam di dada dan perut. Sehingga, bocah kelas tiga SD itu mengalami pusing dan mual pada malam hari.

“Menurut pengakuan ibu korban sendiri kejadian penganiayaan ini sudah terjadi beberapa kali. Ini terakhir yang parah sehingga lapor ke polres,” bebernya.

Tak hanya sekali, dia membeberkan, pelaku sudah sering melakukan penganiyaan terhadap anaknya sendiri. Diakibatkan, mabuk minuman keras.

“Biasa, setiap bapaknya pulang mabuk, emosi. Bapaknya melakukan pukulan-pukulan. Tapi yang terakhir sampai benturkan ke kepalanya tembok beberapa kali,” tutur Yogen.

Lebih dalam, Yogen memaparkan, pelaku merupakan suami kedua dari ibu korban. Selain itu, pelaku juga sempat menganiayaya anak pertamanya yang telah meninggal dunia tiga tahun silam.

“Memang Ibu korban juga sudah mengakui bahwa suaminya ini melakukan penganiayaan kepada anak pertamanya yang telah meninggal tiga tahun yang lalu. Namun Anaknya meninggal karena sakit kanker. Sempat si ibu mengaku suaminya itu sempat melakukan penganiayaan terhadap anak pertamanya,” papar Yogen.

Kondisi korban, kata Yogen, sempat mengalami trauma di awal kejadian tersebut. Bahkan, korban sempat menangis saat kana diperiksa Dokter.

“Saat ini sudah enggak. Awal-awal sabtu iya. Cuma memang yang khawatir justru ibunya. Karena ibunya takut kalo suaminya melakukan tindakan lain,” pungkasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro