sidang sabu
Suasana salah satu sidang di ruang utama Kantor Pengadilan Negeri Depok. JPU menuntut pengedar sabu dengan 4,6 bulan kurungan penjara. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengedar narkotika jenis sabu, Dian Anggoro alias Bagong (30), dituntut penjara selama 4,6 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Depok, belum lama ini. Terdakwa terbukti memiliki 14 paket sabu.

JPU Selfia Atunika Nilamsari menuntut Terdakwa, karena mendapatkan keuntungan dari hasil peredaran narkotika jenis sabu tersebut. Sehingga dalam amar tuntutan Terdakwa dinyatakan telah melanggar Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dian Anggoro dengan pidana penjara selama empat tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp800 juta, subsidair tiga bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” katanya saat membacakan amar tuntutan.

Adapun barang bukti yang didapat dari Terdakwa berupa satu bungkus bekas rokok Djarum Super warna merah putih yang di dalamnya terdapat 12 bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 0,8616 gram dan satu bungkus bekas rokok Djarum Super warna coklat yang di dalamnya terdapat dua bungkus plastik klip bening berisi sabu dengan berat netto seluruhnya 0,1635 gram.

Dilanjutkan Selfia, berdasarkan hasil uji lab narkotika dengan nomor : 2941/NNF/2021, positif mengandung methamfethamina dan terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 lampiran UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Lalu, Satu unit handphone warna hitam merek Samsung J2 dirampas untuk dimusnahkan,” tegasnya.

Kejadian berawal saat Selasa 15 Juni 2021 sekitar pukul 11:00 WIB, terdakwa sedang bekerja di Lapak Rongsokan di Jalan Bangka 9 Pondok Jaya, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lalu, dihubungi saudara Abdurahman alias Biyik (DPO) yang bermaksud untuk menitipkan sebanyak 12 paket narkotika sabu kepada terdakwa. Hal tersebut pun disetujuinya.

“Beberapa jam kemudian saudara Abdurahman kembali menghubungi terdakwa untuk mengajak bertemu. Lalu, mereka bertemu di sebuah warung yang tidak jauh dari tempat terdakwa bekerja,” lanjutnya dalam pembacaan tuntutan.

Dari pertemuan tersebut, saudara Abdurahman menyerahkan satu bungkus kertas tissue berisikan 12 paket narkotika sabu yang masing-masing seharga Rp200 ribu. Setelah mendapatkan sabu tersebut, lalu terdakwa pulang ke rumah kontrakannya dan memindahkan satu bungkus kertas tissue berisikan 12 paket sabu ke dalam bekas bungkus rokok warna coklat.

“Usai memindahkan barang haram itu, lalu terdakwa kembali ke tempatnya bekerja. Dimana dari 12 paket sabu yang diterima, dua paket diantaranya adalah merupakan upah bagi terdakwa untuk menjual sabu tersebut,” ungkap Selfia.

Diketahui, Terdakwa sudah dua bulan melakukan kerjasama dengan menerima sabu dari saudara Abdurrahman.

Saat sejumlah anggota kepolisian dari Polres Metro Depok melakukan observasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mendapatkan informasi yang mengatakan rumah di Jalan Mampang Prapatan 13 Buncit 10 RT3/3, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sering terjadi penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Atas informasi itu pun, sejumlah anggota Polres Metro Depok langsung mendatangi tempat tersebut dan berhasil mengamankan terdakwa,” beber Selfia.

Ketika dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan di dalam rumahnya, kepolisian berhasil menemukan barang bukti berupa satu bungkus bekas rokok warna merah putih yang di dalamnya terdapat 12 bungkus plastik klip bening berisi sabu, satu bungkus bekas rokok warna coklat yang di dalamnya terdapat dua bungkus plastik klip bening berisi sabu dan satu unit handphone warna hitam merek Samsung J2.

Sidang perkara narkotika jenis sabu dengan Terdakwa Dian Anggoro alias Bagong (30), dipimpin Majelis Hakim Andi Musyafir, dengan anggota Ahmad Fadil dan Fausi. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro