artikel titipan

Oleh : Siti Ramadani

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

 

INDONESIA menjadi salah satu negara yang terkena wabah Covid-19, tepatnya sejak Presiden Joko Widodo melaporkan kasus pertama Covid-19 pada 2020 silam. Cepatnya penyebaran virus Covid-19 ini membuat dunia termasuk Indonesia dibuat berhenti sejenak dari riuhnya aktifitas harian. Berbagai aspek sibuk mencari solusi sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan membuat beragam kebijakan. Indonesia sendiri menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan disetiap daerah kemuadian memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten/kota Jawa, Bali dan 15 kota di luar Jawa dan Bali

Kebijakan yang dibuat menjadikan adanya perbahan-perubahan besar diberbagai aspek, termasuk aspek pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi ditutup, kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya agar para pelaku pendidikan tetap bisa menyelenggarakan kegiatan pembelajaran meskipun dengan cara yang berbeda. Kemendikbud menetapkan peraturan bahwa pendidikan di Indonesia tetap diselenggarakan, namun dengan sistem yang berbeda yaitu Study From Home (SFH). Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud RI nomor 3 tahun 2020 mengenai pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada satuan Pendidikan, dan Surat Sekjen Mendikbud nomor 35492/A.A5/ HK/ 2020 pada 12 Maret 2020 perihal Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Study From Home (SFH) atau yang saat ini lebih dikenal dengan pembelajaran daring tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi pelakunya, pendidik, peserta didik maupun instansi pendidikan bahkan untuk kelas rendah peran orang tua sangat besar. Pelaksanaan pembelajaran daring tentunya membuat pendidik dituntut untuk mencari cara agar dapat menyampaikan materi pembelajaran seefektif mungkin, sehingga dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik. Begitu juga peserta didik, mereka dituntut agar bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi pembelajaran yang baru.

Tentunya pemberlakuan pembelajaran daring menggunakan media yang dapat menghubungkan pendidik dengan peserta didik. Media yang digunakan tentunya tidak terlepas dari peran teknologi. Termasuk teknologi pendidikan yang sangat berpengaruh bagi pelaku pendidikan. Teknologi pendidikan menjadi bagian terpenting dalam membantu proses pembelajaran daring. Bagian inti dari pelaksaan pembelajaran daring adalah bagaimana cara memilih metode pembelajaran yang tepat dengan dibantu teknologi yang dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik meskipun tidak bertemu secara langsung layaknya pembelajaran konvensional. Dengan kata lain teknologi berperan sebagai media interaksi serta transfer informasi terkait pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran daring.

Teknologi memberikan kemudahan kepada pendidik serta peserta didik dalam melakukan pembelajaran daring. Berbagai macam platform disediakan dengan maksud mempermudah pelaksanaan pembelajaran daring, diantaranya mempermudah pendidik dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik meskipun tidak dilakukan secara tatap muka, dengan memanfaatkan berbagai platform seperti Google Classroom, Google Meet, Zoom Meeting dan platform lainnya. Teknologi juga dapat membantu peserta didik dalam memperoleh materi-materi pelajaran yang kemungkinan tidak di peroleh selama pembelajaran daring berlangsung dengan mengakses berbagai macam website serta aplikasi seperti, edutafsi.com, wolframalpha.com, slide share dan masih banyak lagi. Selain itu teknologi juga berperan dalam meningkatkan kreativitas pendidik maupun peserta didik, pendidik dapat berinovasi dalam penyampaian materi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai situs media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan pendidik, peserta didik dapat memanfaatkan berbagai situs media sosial dalam memenuhi tugas yang diberikan. Dalam hal ini teknologi dapat memberikan manfaat dalam menunjang keberhasilan pembelajaran daring di tengah pandemi seperti saat ini.

Selain adanya teknologi, pemilihan metode pembelajaran yang tepat juga dapat membantu proses berjalannya pembelajaran, hybrid learning hadir sebagai solusi pembelajaran saat ini meskipun menuai berbagai respons dari masyarakat. Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam. Beberapa orang menganggap bahwa metode ini sama halnya dengan blended learning, yaitu penggunaan model pembelajaran yang merupakan kombinasi antara pembelajaran konvensional tatap muka dengan pembelajaran daring. Sehingga manfaat dari keduanya tetap bisa kita nikmati. Akan tetapi, kita perlu memperhatikan poin penting yang harus disiapkan sebelum menyelenggarakan sistem belajar hybrid. Salah satunya adalah institusi pendidikan yang akan melaksanakan hybrid learning tersebut baiknya memiliki sistem manajemen pembelajaran online yang kuat. Lebih dari itu, tenaga kependidikan, pendidik maupun peserta didik juga harus memiliki kemampuan teknologi digital yang baik dan sarana teknologi digital yang memadai di tempat mereka tinggal. Dari sinilah kita dapat mengetahui bahwa peran teknologi sangat penting telebuh teknologi pendidikan. Dalam pembelajaran di masa pandemi ini, adanya teknologi pendidikan dapat mengurangi beban pendidik dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan, sehingga tercipta proses pembelajaran yang efektif dan efisien. (*)