makan sendirian jomblo
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Berdasarkan penelitian orang yang sering makan sendirian memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung.

Beberapa orang memilih makan sendirian karena berbagai alasan, seperti tidak ingin diganggu ataupun ingin makan secara pribadi dan tenang. Namun, ternyata makan sendirian justru memiliki dampak negatif untuk tubuh.

Dilansir dari Everyday Health (11/11) penelitian baru yang diterbitkan 1 November 2021 menunjukkan, makan sendirian sebenarnya dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi sebagian orang. Hal ini berdampak buruk khususnya dalam peningkatan risiko penyakit jantung pada wanita berusia tua.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Menopause mengungkapkan fakta, wanita yang makan sendirian memiliki risiko 2,58 kali lebih mungkin untuk mengalami angina, gejala penyakit arteri koroner. Angina adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang terasa seperti tekanan di dada, yang disebabkan oleh kurangnya darah yang menuju ke jantung.

Berikut beberapa penjelasan soal kebiasaan makan sendirian yang memicu penyakit jantung:

1. Penyakit jantung pada lansia

Risiko serangan jantung, stroke, atau masalah pada kesehatan jantung meningkat pada semua orang seiring bertambahnya usia. Tidak memandang gender karena pria maupun wanita berpotensi terkena masalah kesehatan pada jantung.

Menurut ‘National Institute on Aging’, potensi masalah kesehatan pada jantung semakin besar terjadi pada orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Bagi wanita, sebagian dari peningkatan risiko penyakit jantung dikaitkan dengan penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi setelah menopause.

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/meski-sudah-bergaji-rp-85-juta-pegawai-pajak-ini-tetap-terima-suap/

Hormon estrogen memiliki banyak efek positif pada kesehatan jantung, seperti menurunkan LDL atau kolesterol jahat, meningkatkan HDL atau kolesterol baik, menjaga elastisitas pembuluh darah dan menyerap radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai penyakit kardiovaskular.

2. Makan sendirian juga memicu depresi

Orang yang terbiasa sendirian terkadang dapat dikaitkan dengan depresi, termasuk juga ketika orang memilih untuk makan sendirian. Orang yang mengalami depresi cenderung memiliki kualitas kesehatan yang lebih buruk.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pasien yang mengalami depresi biasanya tidak memperhatikan pola makan dan olahraga. Mereka juga terbukti lebih banyak mengonsumsi alkohol.

3. Makan sendirian berpengaruh pada asupan kalori

Untuk mengetahui apakah makan sendirian memengaruhi risiko penyakit jantung, para peneliti menggunakan data dari 590 wanita menopause berusia 65 tahun ke atas dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Korea tahun 2016.
Peserta yang makan lebih dari dua kali sehari sendirian dimasukkan ke kelompok makan sendiri (EA) dan mereka yang makan lebih dari dua kali sehari bersama orang lain dimasukan ke kelompok makan bersama orang lain (EO).

Setelah menganalisis data tentang kebiasaan makan ini, peneliti menyimpulkan bahwa makan sendirian bukan hanya memperbesar risiko penyakit jantung tetapi juga membuat orang makan kalori lebih sedikit. Padahal sumber kalori seperti karbohidrat. serat, natrium dan kalium sangat penting bagi kesehatan.

Berdasarkan temuan ini, dokter dan keluarga harus mendorong wanita lansia untuk makan bersama keluarga ataupun kerabat.

Ini semua adalah faktor yang dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung,

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara suasana hati dan makan sendirian. Sebuah studi yang diterbitkan di BMC Geriatrics menemukan bukti bahwa makan sendirian berkaitan dengan gejala depresi pada wanita berusia 60 hingga 74 tahun. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya