sengketa tanah
SENGKETA LAHAN : Tim Kuasa Hukum Terlawan, Reynold Thonak ketika menyampaikan keberatan atas pembuktian surat dari pihak Pelawan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Cibinong. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski sudah ada sembilan putusan kekuatan hukum tetap yang kabulkan pokok perkara perdata dan tata usaha negara. Bahkan sudah dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. Namun, perkara PT Tjitajam masih bergulir di Pengadilan Negeri Cibinong, dengan agenda sidang pembuktian surat dari pihak pelawan.

Menanggapai agenda sidang, Kuasa Hukum Terlawan, Reynold Thonak menegaskan, Akta dan Pengesahan AHU yang diajukan oleh pihak Pelawan ternyata telah dibatalkan putusan yang telah inkracht bahkan sudah dieksekusi

Dirinya pun menyerahkan bukti keputusan Pengadilan Nomor : 79/Pdt.G/2017/PN.Cbi jo No: 146/Pdt/2019/PT.Bdg jo No: 2682K/PDT/2019 yang sudah dilakukan proses dieksekusi tersebut.

“Akta dan pengesahan AHU itu sudah dibatalkan, bahkan sudah dilakukan eksekusi,” tegasnya saat persidangan.

Pada awal Persidangan Perkara dengan nomor 280/Pdt.Bth/2021/PN.Cbi yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Zulkarnaen meminta kepada pihak Pelawan PT. Tjitajam versi Tamami Imam Santoso, Drs. Cipto Sulistio dkk meminta agar menunjukan AD/ART terbaru.

Lalu, pihak Pelawan menunjukan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 01 tanggal 2 Maret 2020 yang dibuat di hadapan Indra Kadarsa yang berkedudukan di Bogor dengan Pengesahan Menteri Hukum dan HAM Nomor : AHU-0019704.AH.01.02. Tahun 2020 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT. Tjitajam tertanggal 5 Maret 2020.

“Kami keberatan yang mulia, karena di dalam Akta milik Pelawan mencantumkan kembali Akta yang sudah dinyatakan batal demi Hukum oleh Putusan yang inkracht dan bahkan sudah dieksekusi,” terang Reynold

Dirinya menambahkan, pembegalan atau pembajakan PT. Tjitajam menggunakan Akta yang diduga tidak benar, karena pengesahan akta-akta tersebut sudah dinyatakan batal demi Hukum. Sehingga terendus unsur pembajakan itu.

“Jelas kami keberatan ya, itu semua sudah dibatalkan langsung oleh pengadilan, kenapa dibawa lagi sebagai pembuktian surat dalam agenda sidang kali ini. Berarti tidak benar,” tandas Reynold kepada Radar Depok. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro