perpustakaan depok
KEMBALIKAN : Salah seorang lansia ingin memulangkan buku yang dipinjamnya kepada Petugas Perpustakaan Umum Kota Depok, Selasa (2/11). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Landainya kasus Covid-19 di Kota Depok sejak 19 Oktober 2021 sampai saat ini masuk ke dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Membuat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok kembali membuka Perpustakaan Umum bagi masyarakat dengan sejumlah pembatasan protokol kesehatan.

Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah mengatakan, sejak Senin 1 November 2021, Perpustakaan Umum Kota Depok secara resmi kembali dibuka. Padahal sebelumnya, ketika Kota Depok berada di PPKM Level 4 dan 3, gudangnya literasi itu ditutup dan tidak membuka layanan, kegiatan petugas layanan dan para pustakawan pun lebih banyak di dalam ruangan, diisi dengan mengolah buku.

Meski telah dibuka, Siti mengingatkan baik petugas maupun pengunjung agar tetap memberlakukan penerapan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, sebelum masuk dan keluar, para pengunjung harus melakukan scan barcode pedulilindungi.

Kembali dibukanya perpustakaan daerah tersebut, tentu sangat disambut baik oleh para pemustaka. Para pengunjung atau pemustaka dapat membaca buku-buku baru koleksi perpustakaan.

“Kita tetap mengutamakan kesehatan semuanya. Para pemustaka yang sudah kangen dengan suasana perpustakaan, dapat berkunjung dengan sejumlah tata cara,” ujarnya, Rabu (3/11).

Siti menyebut, pemustaka bisa lebih dulu melakukan konfirmasi kepada petugas melalui layanan whatsapp. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan di dalam ruangan membaca perpustakaan Umum. “Semoga hal ini akan meningkatkan gemar membaca masyarakat Kota Depok,” bebernya.

Sementara itu, Pengawas Perpustakaan Diskarpus Kota Depok, Dinda Permatasari mengungkapkan, para pemustaka dapat memilih waktu kedatangan yang dibagi ke dalam dua waktu pelayanan. Yaitu pelayanan pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-13.00 WIB dengan sistem terbuka dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-12.00 dengan sistem tertutup.

“Pengunjung masih dibatasi sebanyak 25 orang per dua jam. Mereka yang ingin berkunjung dapat mendaftar terlebih dahulu,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro