longsor
WASPADA BENCANA : Seorang pekerja sedang mengevakuasi material longsor yang terjadi di Pengembangan Tilawatil Quran (PTQ) Forda'i di Kampung Sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengembangan Tilawatil Quran (PTQ) Forda’i yang berada di Kampung Sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, harus merugi Rp200 juta, akibat turap tersapu arus deras saat Kota Depok dilanda hujan lebat yang berkepanjangan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Bagian Kepesantrenan, Miftah Farid menjelaskan, kerusakan longsor terkena bagian pagar belakang pesantren yang berbatasan langsung dengan anak kali, dengan panjang 30 sampai 40 meter. Kejadian membuat santri yang berada di lokasi berhamburan keluar karena mendengar suara gemuruh.

“Tanah amblas hampir 7 sampai 10 meter, jadi menutup aliran anak kali yang membuat air meluap membanjiri sebagian pemukiman warga yang ada disekitar. Kami sudah berkoordinasi dengan petugas untuk melakukan evakuasi,” jelasnya kepada Radar Depok, Minggu (07/11).

Diungkapkannya, dampak longsor turap mengakibatkan sarana wudhu dan kamar mandi yang baru saja dibangun mengalami kerusakan, bahkan asrama santri mengalami retak. Namun, tidak ada santri yang mengalami luka.

Pihak pesantren mengambil langkah penyelamatan bagi santri sebagai prioritas utama, sehingga seluruh santri dan pembina dievakuasi ke rumah warga setempat, gualna mengantisipasi longsor susulan.

“Kita memang baru disini, ada 10 santri dan 1 pembina yang saat kejadian berada di pesantren,” paparnya.

Ditambahkan Miftah, longsor terjadi saat Sabtu (06/11) sekitar pukul 21:00 WIB. Ketika itu santri sedang melakukan pembelajaran Alquran yang tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah untuk melakukan evakuasi agar aliran kali bisa kembali normal dan tidak membanjiri permukiman warga, mengingat saat ini sedang musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Sekarang kami masih tetap menempati rumah warga. Karena hari ini (minggu) hujan masih turun dengan waktu yang lama, kami khawatir terjadi longsor susulan,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro