trotoar margonda
DILEBARKAN: Pengerjaan Trotoar di Jalan Raya Margonda, Jumat (19/11). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelebaran trotoar di Jalan Raya Margonda mulai dilakukan Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Nantinya pedestrian hanya dikhsususkan bagi para pengendara sepeda atau pun pejalan kaki.

Plt Kepala DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty mengatakan, revitalisasi atau penataan trotoar tersebut akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Tetapi saat ini, pihaknya tengah mengerjakan segmen kedua terlebih dahulu.

“Kami sedang melakukan penataan trotoar dan inlet saluran di Jalan Raya Margonda. Penanganan memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan, dimulai dari 9 November sampai 27 Desember mendatang,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (21/11).

Citra menyebut, pada segmen ini, titik yang dikerjakan yaitu sisi timur dari batas Jalan Raya Margonda dan Jalan Siliwangi sampai ke Jalan Dahlia. Kemudian, sisi barat dari jalan masuk Cafe Poelang Kampung sampai dengan pintu keluar Balaikota Depok.

“Nanti panjangnya 700 meter dan dilebarkan menjadi 3 meter. Penataan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, pada segmen II dengan nilai Rp 2,5 miliar,” bebernya.

Menurutnya, untuk pekerjaan lanjutan segmen II, akan dilaksanakan tahun depan. Begitu jiga dengan pekerjaan segmen I dan III. “Pedestrian hanya dikhsususkan bagi para pengendara sepeda atau pun pejalan kaki,” ungkapnya.

Maka dari itu, dirinya meminta agar warga bersabar terkait adanya penataan trotoar dan inlet saluran di Jalan Margonda Raya yang tengah dilakukan saat ini. Sebab, kegiatan tersebut akan mengganggu mobilitas pengguna jalan.

Insya Allah tahun depan kami rampungkan penataan di sepanjang Jalan Margonda. Kami menyadari pekerjaan ini mengganggu kenyamanan warga. Untuk itu, kami meminta pengertiannya. Semua  ini dilakukan demi kepentingan masyarakat Kota Depok,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menerangkan, Trotoar yang akan direvitalisasi Pemkot Depok perlu didesain sesuai kebangkitan volume pergerakan orang dan kawasan perekonomian. Ukurannya harus lebar, dan ditambah canopy ducting sebagai lubang saluran bawah tanah.

“Canopy ducting ini sebagai utilitas sarana prasarana, jadi supaya tidak ada lagi kabel-kabel atau tiang-tiang untuk estetika kota. Kemudian tali air agar tidak terjadi genangan dan cepat meresap,” ujarnya.

Selain itu, Yayat menyarankan untuk menambahkan halte-halte angkutan umum serta penerangan jalan umum (PJU) yang baik. Sehingga membuat para pejalan kaki lebih nyaman.

“Di dalam hirarki lalu lintas, pejalan kaki nomor satu, kedua pesepeda, ketiga itu kendaraan umum, dan terakhir barulah kendaraan pribadi. Agar banyak masyarakat yang menggunakan jalur (trotoar) itu, Pemkot harus bekerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menambah sarana trasportasi massa, seperti Bus Kita (kerjasama Pemkot Bogor dengan BPTJ,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro