ANTUSIAS : Beberapa anak dari Perumahan Puri Depok Mas ketika mengikuti peringatan World Tree Day di Farm Zoo 7 atau TPS sementara RT 07/20, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas, Senin (29/11). FOTO : GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Dalam rangka memperingati World Tree Day atau Hari Pohon Sedunia, warga Perumahan Puri Depok Mas, RT 07/20, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas mengadakan kegiatan jelajah alam di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara RT 07 yang beri nama Farm Zoo 7, Senin (29/11).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat dunia tentang pentingnya eksistensi pohon dan berbagai manfaat kehidupan yang diperoleh,” kata Sekretaris Kelurahan (Sekel) Pancoranmas, Syamsu Rahman kepada wartawan.

Syamsu menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 63 anak yang duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Mereka diajak untuk menanam pohon agar lebih mencintai lingkungan sekitar.

“Kami mengkampanyekan gerakan menanam pohon kepada anak-anak agar mereka lebih mencintai lingkungannya lagi,” sebutnya.

Baca Juga  Jalan Margonda, Kota Depok Dihiasi Pot Warna-warni

Dia menerangkan, mengingat kegiatan tersebut digelar dalam masa pandemi Covid-19. Pihaknya, tetap mengetatkan Protokol Kesehatan (Prokes) agar anak-anak tersebut

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan sukses,” terang Syamsu.

Menurut Syamsu, kegiatan anak-anak di wilayah Perumahan Puri Depok Mas merupakan langkah awal untuk mengenalkan berbagai fasilitas lingkungan. Seperti halnya Farm Zoo 7 yang dicanangkan sebagai destinasi wisata lokal Kelurahan Pancoranmas.

“Nantinya kita akan gencarkan promosi agar anak-anak PAUD dan SD bisa jelajah alam di Farm Zoo 7. Akan kembangkan di setiap RW di Kelurahan Panmas ini,” paparnya.

Untuk itu, Ketua RT07/RW20, Kelurahan Pancoranmas, Lutfi menuturkan, pihaknya meminta dukungan warga Puri Depok Mas. Mengingat, acara itu bertemakan pendidikan berwawasan lingkungan.

Baca Juga  Kabel Margonda Berbahaya

“Untuk bisa mengenalkan cara-cara mengelola sampah yang menguntungkan, kita akan terus berkontribusi dalam memberikan sumbangan sekecil apapun,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Lutfi, tempat belajar tersebut layak dijadikan tempat wisata ramah anak. Karena, ditempat itu anak-anak dapat memperoleh disini berbagai pengetahuan tentang lingkungan.

“Mulai dari berbagai macam tanaman, pengolahan sampah organik, pemeliharaan hewan hingga budidaya magot,” bebernya.

Semakin dalam, ungkap dia, budidaya magot akan menjadi ciri khas dari Farm Zoo 7. Menurut info yang diperolehnya, belum banyak yang konsen pada budidaya magot.

“Kami punya mimpi, membuat pusat riset magot disini,” tutup Lutfi. (cr1)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Ricky Juliansyah