Ketua Umum Satu Jari Indonesia, Agung Mozin. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu Jari Indonesia adalah Gerakan Rakyat Indonesia berjejaring, mencoba dengan cara baru untuk memperbaharui pengertian politik. Platform politik ini mengajarkan diri  sendiri dan juga yang lain bahwa politik seharusnya merupakan suatu pernyataan terhadap kerinduan untuk mendukung kebahagiaan dan kemaslahatan umum. Politik sama sekali bukan untuk menipu atau memperkosa hak-hak rakyat.

“Kami memperkenalkan jalan lain untuk mengatasi krisis kemanusiaan akibat Pemilu yang merendahkan harkat dan martabat kita dengan cara kotor dan politik transaksional (uang), yaitu membangun kesadaran kolektif sebagai pemilih baik dengan kandidat pemimpin atau wakil rakyat yang baik dan berkualitas di dalam sebuah platform digital,”jelas Ketua Umum Satu Jari Indonesia, Agung Mozin keterangan tertulis yang diterima Radar Depok, Rabu (10/11).

Menurut Agung, cara platform ini bekerja untuk  membuat calon wakil rakyat bekerja terukur dan masyarakat juga bisa menilai langsung. Model ini disiapkan untuk menghindari politik transaksional, beli kucing dalam karung terus terjadi.

Mungkin cara ini adalah jalan baru, Satu Jari ingin mengajak seluruh orang-orang baik untuk mewujudkan kebahagiaan berdemokrasi dalam pemilu mendatang sebagai orang-orang berdaulat dan bebas berkehendak.

“Alhamdulillah, Satu Jari, pada launching perkumpulan pagi ini 10 November 2021 telah memiliki jaringan di seluruh provinsi di Indonesia dan sejumlah kota tingkat dua sampai kecamatan. Kami meyakini bahwa persebaran jaringan yang maha cepat ini membuktikan masih banyaknya orang baik yang menginginkan politik bersih bermartabat dijalankan,”harap eks Waketum Partai Ummat ini.

Dengan jalan ini, Agung menambahkan, Satu Jari Indonesia berjuang menghadirkan Pemilih Cerdas dan Pemilu Berkualitas.

“Mari bergabung bersama kami untuk demokrasi yang lebih baik,” pungkasnya. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah