intel nyamar bakso
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Dari tulisan dari Mas Andi Hermawan beberapa waktu lalu tentang surat terbuka dari tukang bakso keliling, banyak para pedagang bakso keliling yang terdampak karena intel yang kerap menyamar menjadi tukang bakso keliling. Sampai ada pula pedagang yang kena korban keroyok massa.

Entah sejak kapan tren intel yang menyamar jadi tukang bakso keliling ini mulai merebak. Kalaupun memang benar banyak intel yang menyamar jadi tukang bakso keliling, sebaiknya memang mereka harus mulai memilih profesi lain agar para tukang bakso aman.

Berikut pilihan profesi yang bisa jadi pilihn intel :

1. Tukang parkir

Profesi pertama selain menjadi tukang bakso untuk menjadi intel adalah menjadi tukang parkir. Tukang parkir atau kang parkir selalu ada di mana-mana: di setiap tempat pusat perbelanjaan, minimarket, pasar, sampai di depan warteg. Para intel bisa memanfaatkan profesi menjadi tukang parkir untuk memuluskan penyamarannya. Setiap target pasti akan melewati tempat-tempat keramaian tersebut entah untuk ngopi manja atau jalan-jalan.

2. Petugas kebersihan jalanan

Profesi lain yang bisa dijadikan pijakan selanjutnya adalah menjadi petugas kebersihan jalanan yang biasa membersihkan atau menyapu daun-daun gugur di jalanan yang ramai. Namun, untuk menjalani profesi ini harus ekstra sabar kalau tidak terbiasa menyapu banyak sampah di jalanan. Para intel harus rela jika ada orang yang sembarangan buang sampah atau memandang rendah. Ekspresi intel mesti mendalami sambil mata mencuri-curi pandang jika ada target yang melewati tempat tersebut.

Baca Juga : 1.244 Penyintas HIV/AIDS Depok Didominasi LGBT

3. Abang-abang ojol

Selanjutnya, menjadi abang-abang ojol adalah pilihan yang bisa dijadikan opsi. Tidak akan ada yang menyangka atau ngeh kalau abang ojol merupakan intel. Setidaknya, para intel harus melakukan pelatihan khusus beberapa bulan untuk mendalami peran menjadi abang-abang ojol. Mulai dari iseng bertanya pada penumpang di jalan seperti menanyai kuliah di mana atau kerja di mana, sampai nongkrong di pinggir jalan atau tempat makan menunggu pelanggan.

4. Tukang tambal sepatu keliling

Profesi keliling lain yang bisa dijadikan pilihan adalah menjadi tukang tambal sepatu. Biasanya dalam seminggu sekali di sekitar kosan saya selalu ada tukang tambal sepatu keliling. Meskipun bisa dihitung dengan jari mahasiswa yang sepatunya bolong. Tentunya, untuk menjalankan profesi ini harus berlatih secara keras dan cepat agar terlihat seperti sungguhan. Jangan sampai orang meminta jasa tambal sepatu, tapi ketika ditambal sepatunya malah jadi tambah rusak.

5. Tukang kredit baju keliling

Profesi terakhir selain menjadi tukang bakso keliling yaitu menjadi tukang kredit baju keliling yang sering mampir ke rumah-rumah di kampung. Biasanya, sih, para ibu-ibu yang akan menyerbu baju-baju kredit tersebut untuk anak-anaknya. Apalagi jika intel tersebut berhasil berjualan di daerah rumah target atau bahkan mampir ke rumahnya, tinggal dieksekusi saja. Jualan laku, target pun tertangkap.

6. Tukang cilok keliling

Hampir serupa dengan tukang bakso keliling, tapi profesi menjadi tukang cilok keliling setidaknya masih bisa menjadi opsi ketimbang jadi tukang bakso yang sudah banyak diketahui orang. Kalau tukang bakso keliling terkenal dengan HT yang selalu dipakai, sebisa mungkin untuk menjadi tukang cilok jangan menandakan adanya barang elektronik. Cara lain bisa menggunakan chip yang ditanam di dalam badan. Pokoknya, harus tetap hati-hati agar tidak ada tukang cilok yang menjadi korban selanjutnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya