Reses DPRD Sri Utami Dapil Cimanggis
SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Kota Depok Dapil Cimanggis dari Fraksi PKS, Sri Utami saat menggelar Reses, guna menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari masyarakat. FOTO: ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok Dapil Cimanggis dari Fraksi PKS, Sri Utami menggelar Reses, guna menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari masyarakat.

Berlangsung dua hari pada 8-9 November 2021, di Kelurahan Tugu dan Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis.

Sri Utami menyebutkan, sesuai dengan mekanisme pelaksanaan Reses di masa PPKM level 2 bisa dilakukan dengan cara tatap muka jumlah undangan terbatas. Yakni setiap pertemuan hanya 30 orang.

“Cukup antusias, karena mungkin sudah lama tidak melakukan reses tatap muka, dan kali ini bisa dilakukan secara tatap muka,” ungkap Sri Utami.

Sri menuturkan, yang hadir banyak dari kelompok masyarakat menyampaikan aspirasinya. Salah satunya, perlu jadi perhatian kedepannya terkait perencanaan pembangunan.

“Output reses ini sebetulnya merupakan aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan, nantinya menjadi pertimbangan pemerintah di dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” terang Sri Utami.

Sri menyontohkan, ada penyampaian aspirasi warga bahwa di Tugu sebetulnya jalan lingkungan rata-rata sudah bagus, dari data LPM 90 persen sudah bagus. Namun, jalan utama kota yaitu Jalan Akses UI sampai bertahun-tahun tidak menjadi perhatian. Hal tersebut agar menjadi perhatian dari pemerintah.

“Kemudian hal lain yang disampaikan warga adalah masalah sampah, yang masih banyak ditemui bertebaran di tepi-tepi jalan-jalan,” ujar Sri.

Beberapa RW berharap bantuan bagi pengentasan sampah di lingkungan agar bisa diprogramkan.

Selain itu beberapa aspirasi warga yang diutarakan adalah ketersediaan sekolah, baik SMA maupun SMP di Cimanggis, bantuan sarana prasarana posyandu, tenda dan kursi untuk menunjang kegiatan warga di RT.

Kemudian panti sosial bagi warga terlantar, akses untuk mendapatkan KDS, biopori dan sumur resapan, sanksi bagi warga yang masih membuang hajat di lingkungan, bantuan septik tank bagi warga miskin.

Lalu pemodalan bagi UMKM agar tidak hanya diberi pelatihan, tapi juga perlu stimulus untuk mengakses pemodalan, alat kesenian dan olahraga serta bantuan bagi karang Taruna.

Sri Utami berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut agar bisa direalisasikan.

Secara khusus ia menyikapi proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan juga pengawasannya bisa lebih berkualitas.

Seperti pengentasan masalah banjir dan sampah yang masih sering dikeluhkan warga, agar benar-benar bisa dientaskan dengan spirit ramah lingkungan. Kedepan pengaspalan jalan-jalan lingkungan agar tidak lagi mendominasi kegiatan.

Demikian juga pengentasan banjir agar menggunakan prinsip ramah lingkungan, yakni memperbanyak sumur resapan dan biopori.

Sedangkan masalah sampah agar mengutamakan pengurangan dan pengolahan sampah dari sumber sampah yakni, dari rumah tangga dan berbasis kawasan. Ini diharapkan sejalan dengan cita-cita yang tergambar dari visi misi walikota dan wakil walikota.

“Sehingga visi Kota Depok sebagaimana yang dicanangkan oleh Walikota Depok Mohammad Idris, dan Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono, yaitu Depok yang Maju, Berbudaya, dan Sejahtera itu betul-betul bisa menjadi kenyataan dirasakan oleh masyarakat Kota Depok,” pungkas Sri Utami. (gun/**)