RADARDEPOK.COM, DEPOK — Sidang lanjutan PT. TJITAJAM dengan agenda sidang pembuktian dari Pihak Terlawan yakni PT. TJITAJAM versi Direktur Rotendi dan Komisaris Jahja Komar Hidajat, Pemegang Saham PT. Suryamega Cakrawala (2.250 Lembar Saham) dan Jahja Komar Hidajat (250 Lembar Saham). Pihak Terlawan memberikan 68 bukti surat kepada Majelis Hakim, di Pengadilan Negeri Cibinong, Senin (29/11).

Pihak Terlawan melalui Kuasa Hukum Reynold Thonak menegaskan, Bukti-bukti Surat yang diajukan diantaranya sembilan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, baik putusan Perdata maupun Tata Usaha Negara yang telah dilakukan Eksekusi dan Akta-akta PT. Tjitajam dari tahun 1934 sampai dengan tahun 2003 lengkap dengan pengesahan Dirjen AHU serta asli Lembar Saham PT. TJITAJAM dari tahun 1934.

“Jadi hari ini kami ajukkan sebagai bukti 3 lembar saham PT TJITAJAM milik klien kami yang asli yaitu Lembar Saham No. 1, No. 300, dan No. 600, yang sudah ada sejak zaman Belanda,” Namun Klien Kami punya 597 surat saham asli lainnya yang akan kami perlihatkan ke Majelis pada sidang berikutnya,” jelasnya kepada Radar Depok.

Ia menuturkan, bila pihaknya tidak menyertakan seluruh surat asli saham yang dimiliki kliennya ke dalam persidangan. Pasalnya, sudah sering terjadi pemalsuan Akta-akta Legalitas PT. TJITAJAM. Sehingga pihaknya khawatir bila dimunculkan akan diduplikasi oleh pihak Pelawan.

Sidang sempat memanas lantaran Pelawan keberatan atas Bukti Lembar Saham PT. TJITAJAM yang diajukan oleh Terlawan, karena menurut Pelawan tidak sesuai dengan aslinya.
“Ada alasan kami mengaburkan bukti lembar saham ini Yang Mulia, karena kalau ini kami ajukan sama seperti aslinya, besok akan keluar kembarannya, sehingga untuk menghindari hal tersebut, kami samarkan bukti ini,” ungkapnya saat persidangan berlangsung.

Sidang akan kembali digelar pada Senin 6 Desember 2021 mendatang dengan agenda masih memberikan kesempatan kepada pihak Terlawan untuk mengajukan bukti surat.
Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim, Zulkarnaen meminta kepada kedua belah pihak untuk tidak memutuskan terkait kebenaran masing-masing surat bukti.

“Saya mohon agar tetap kondusif ya. Jangan hanya berpikir kalau dua pihak punya surat yang benar. Itu tugas kami disini sebagai Majelis Hakim,” tandas Zulkarnaen. (arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu
Editor : Ricky Juliansyah